16 July 2020, 07:38 WIB

Akun Twitter Apple, Obama, Bill Gates, dan Tokoh Dunia Diretas


Faustinus Nua, Insi Nantika Jelita | Teknologi

AKUN Twitter resmi sejumlah tokoh penting internasional diretas orang tidak dikenal, Rabu (15/7).

Akun milik perusahaan teknologi Apple, Uber, pengusaha Elon Musk, Jeff Bezos, kemudian politisi Joe Biden, Barack Obama, co-founder Microsoft Bill Gates, hingga bintang reality show Kim Kardashian dan rapper Kanye West serta lainnya menjadi korban peretasan tersebut.

Dikutip Chanel News Asia, pelaku mencoba menipu followers para tokoh itu untuk mengirim bitcoin dalam jumlah tertentu. Aksi tersebut merupakan modus penipuan yang sering terjadi di media sosial.

Baca juga: Oppo Luncurkan Teknologi Pengisian Daya Cepat Terbaru

Setelah diretas, akun tersebut mencicitkan tulisan-tulisan menjanjikan. Akun itu memberitahu pengguna untuk mengirim US$1000 dalam bentuk bitcoin dalam kurun waktu 30 menit dan diiming-imingi keuntungan. Sehingga pengguna atau followers yang masih awam terhadap metode bitcoin bisa saja menurutinya.

"Ini SCAM, JANGAN berpartisipasi!" tegas salah satu pendiri pertukaran cryptocurrency Gemini, Cameron Winklevoss memperingatkan melalui akun resminya di Twitter.

"Ini adalah serangan yang sama/pembajakan yang dialami akun Twitter crypto besar lainnya. Waspada!" sambungnya.

Akun Twitter yang diretas itu pun membagikan tautan agar diklik pengguna laiinya. Beberapa alamat dompet digital dibagikan kepada pengguna media sosial itu.

Twitter pun langsung mengambil langkah cepat mencegah timbulnya banyak kerugian bagi para penggunanya. Twitter belum melakukan klarifikasi tetapi menyampaikan akan meninjau dan mengatasi masalah itu.

"Mungkin tidak dapat men-tweet atau mengatur ulang kata sandi Anda saat kami meninjau dan mengatasi kejadian ini," tulis keterangan Twitter.

Twitter mengatakan mereka tengah menyelidiki apa yang mereka sebut 'insiden keamanan' dan akan mengeluarkan pernyataan segera. Saham perusahaan media sosial itu pun anjlok hampir 5% dalam perdagangan setelah pasar ditutup. (OL-1)

BERITA TERKAIT