15 July 2020, 23:29 WIB

Jokowi: Kalau Dulu Lockdown, Ekonomi Anjlok 17%


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional, pada kuartal kedua, bisa saja anjlok sampai -17% jika menerapkan lockdown secara penuh beberapa bulan lalu.

Untungnya, langkah ekstrem tersebut tidak dilakukan. Sejak awal, pemerintah ingin ingin menjaga aspek kesehatan dan ekonomi secara seimbang. Meski fokus kepada penekanan jumlah kasus positif, dampak ekonomi juga tetap dipikirkan.

Dengan kebijakan yang diambil itu, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi tidak akan jatuh terlalu dalam yakni hanya -4,3% pada kuartal kedua.

"Saya tidak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown mungkin bisa -17%," jelas Presiden Jokowi di hadapan para gubernur di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7), dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Presiden mengaku terus memperbarui perkembangan ekonomi dunia. Dari keterangan yang ia terima dari OECD, pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi terjun ke angka -7,6%.

"Saya minta kepada para Gubernur agar rem dan gasnya ini diatur betul. Jangan sampai tidak terkendali. Tidak bisa kita ngegas yang hanya ekonominya saja, tidak bisa. Covid-19-nya juga nanti malah naik ke mana-mana. Dua-duanya ini harus betul-betul digas dan remnya diatur betul, semuanya terkendali semuanya," jelas Jokowi. (OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT