15 July 2020, 19:30 WIB

Stimulus Ekonomi untuk Perdesaan Bisa Amankan Ketahanan Pangan


Emir Chairullah | Ekonomi

STIMULUS ekonomi untuk masyarakat pedesaan diyakini dapat menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk mengamankan produksi pangan nasional di tengah situasi pandemi Covid-19.

Staf Khusus Menteri Pertanian Imam Mujahidin Fahmid mengatakan, pemberian stimulus ini harus tepat sasaran agar dampak negatif Covid-19 terhadap ketahanan pangan bisa diminimalisir.

“Pemerintah harus tajam melihat persoalan ini dengan melakukan tindakan-tindakan jangka pendek. Jadi perlu ada stimulus ekonomi yang target dan sasarannya tepat, orang yang tepat, tempat yang benar dan waktu yang tepat,” katanya saat kegiatan visitasi virtual ke Sulawesi Selatan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan X, Rabu (15/7)

Menurutnya, menurunnya kontribusi sektor jasa, konstruksi, pariwisata, maupun perhubungan akibat pandemi menyebabkan pemerintah harus menyelamatkan sejumlah sektor yang dianggap mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat seperti sektor pertanian dan perikanan.

Apalagi, tambahnya, tidak mungkin pemerintah mencari investor baru untuk mengembangkan ekonomi masyarakat yang ada di perdesaan.

“Mesinnya ada pada masyarakat, investasinya juga ada pada masyarakat. Tidak mungkin kita mencari investor baru untuk menggerakan masyarakat kita yang ada di desa-desa,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, pemerintah harus terus menumbuhkan semangat para petani dan nelayan untuk tetap berproduksi. Pasalnya, di tengah situasi pandemi ini, besar kemungkinan petani dan nelayan tidak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan akibat daya beli konsumen yang menurun.

Baca juga : Bantu Pedagang Kecil, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 28 Triliun

“Kondisi-kondisi seperti ini harus dapat dipastikan dihandle dan diperbaiki oleh pemerintah,” paparnya.

Terkait dengan kondisi Sulsel yang selama ini dianggap sebagai daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan nasional, krisis ekonomi akibat pandemi tidak melemahkan kehidupan kolektif masyarakat. Diharapkan dana yang ada harus bisa dimanfaatkan seoptimal dan seefektif mungkin.

“Caranya, manfaatkan semua elemen sosial, elemen masyarakat untuk bersama-sama mengontrol, melakukan agar dana yang terbatas itu bisa memberikan dampak yang baik,” paparnya.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sulsel Since Erna Lamba menambahkan, akibat pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi yang biasanya lebih tinggi ketimbang rata-rata nasional ternyata mengalami konstraksi.

“Akibat covid-19, pertumbuhan Sulsel sealam triwulan I/2020 hanya 3,1%. Ini akibat turunnya produktivitas tenaga kerja,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap program restrukturisasi kredit yang disalurkan oleh 4 bank Himbara yang mendapatkan penempatan dana dari pemerintah bisa segera direalisasikan untuk pemulihan ekonomi.

“Program ini hendaknya segera direalisasikan untuk membantu kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, logistik, UMKM, usaha mikro dan kredit perumahan. Program restrukturisasi kredit UMKM merupakan salah satu dari upaya pemerintah Provinsi Sulsel untuk memulihkan perekonomian yang terganggu akibat pandemi Covid-19,” paparnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT