15 July 2020, 00:55 WIB

Amerika masih Jadi Pusat Infeksi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

BANYAK negara Eropa dan wilayah lain telah menunjukkan kemampuan mengendalikan penyebaran wabah covid-19. Sebaliknya, berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara di Benua Amerika masih menjadi pusat penyebaran.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan semua negara berisiko terkena virus itu.”Tapi tidak semua negara terpengaruh dengan cara yang sama. Para pemimpin diminta tidak mengeluarkan pesan-pesan yang membingungkan. Jika dasardasarnya tidak diikuti, pandemi ini akan menjadi lebih buruk,” ujar nya, kemarin.

Tedros mengatakan 230 ribu kasus baru covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia kepada WHO. Hampir 80% dari infeksi tersebut dilaporkan hanya dari 10 negara, dan 50% berasal dari hanya dua negara. “Meskipun jumlah kematian harian relatif stabil, masih banyak yang harus dikhawatirkan,” tegasnya.

“Negara-negara di Eropa dan tempat lain telah menunjukkan ada kemungkinan untuk mengendalikan wabah. Para pemimpin di sana sudah membuka pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Tedros.

“Mereka melakukan ini berdasarkan data, langkah demi langkah, dengan pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif, didukung tenaga kesehatan yang kuat dan keterlibatan masyarakat,” tambahnya.

Dia mengatakan ada juga tandatanda kasus covid-19 di beberapa negara akan kembali memburuk. Meskipun dia tidak merujuk ke negara tertentu, yang dimaksud mungkin ialah Amerika Serikat.

Johns Hopkins University, yang berbasis di Amerika Serikat, telah melaporkan 61.352 kasus baru dan 685 kematian terkait dengan virus di AS pada pekan lalu. Itu ialah kenaikan serius dalam hal infeksi dan kematian.

“Tampaknya banyak negara ke hilangan keuntungan karena tindakan yang terbukti mengurangi risiko tidak diterapkan atau diikuti. Kami melihat masalah itu di seluruh kawasan Amerika, Asia Selatan, dan beberapa negara di Afrika,” kata Tedros.

Ia lalu meminta seluruh pemerintah berkomunikasi secara jelas dengan warga mereka dan menggelar strategi komprehensif.


Kasus di Spanyol

Sejumlah wilayah di Spanyol kemarin telah memperketat aturan jaga jarak menyusul 2.050 kasus baru covid-19 yang didiagnosis pa da akhir pekan. Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan total sudah ada 255.953 kasus saat ini.

Karena kasus lokal sangat mengkhawatirkan, para pejabat mengumumkan pembatasan wilayah kembali untuk daerah Zaragoza dan Huesca. Langkah itu akan memengaruhi kehidupan sekitar 870 ribu warga.

Daerah itu akan tetap terbuka untuk dikunjungi, tetapi kelab malam tidak boleh dibuka dan kapasitas maksimum dikurangi untuk acara pernikahan, pemakaman, restoran, dan ruang publik lainnya. Perkumpulan juga akan dibatasi hingga 10 orang.

Daerah yang paling berbahaya dalam hal penyakit ini masih meliputi Segria di Katalonia. Pemimpin wilayah Katalonia, Quim Torra, mengatakan pemerintahannya akan mengeluarkan dekrit untuk memastikan legalitas penutupan wilayah yang ketat. 

Dia meminta penduduk untuk tinggal di rumah dan melindungi diri mereka sendiri. Di seluruh Spanyol, semakin banyak juga pemerintah daerah yang mewajibkan pemakaian masker di semua ruang publik, dengan pengecualian saat olahraga atau di pantai. (AFP/X-11)
 

BERITA TERKAIT