14 July 2020, 21:35 WIB

Prajurit Terpapar Covid-19 di Bandung Berangsur Sembuh


Bayu Anggoro | Nusantara

PRAJURIT yang terpapar covid-19 di klaster komplek militer di Kota Bandung dan Cimahi berangsur sembuh. Hingga Selasa (14/7) sore, dari total 1.280 yang terpapar, sudah terdapat 165 pasien yang dipastikan menjadi negatif covid-19.

Hal ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Berli Hamdani, di Bandung, Selasa (14/7). Dia menjelaskan, saat pertama kali diketahui adanya penyebaran di klaster komplek militer pada 25 Juni lalu, pengetesan langsung dilakukan baik terhadap prajurit TNI Angkatan Darat tersebut.

"Per hari ini bertambah 65 yang sembuh (menjadi negatif covid-19). Total yang sembuh jadi 165," katanya.

Adapun sisanya masih dalam perawatan meski tidak ada satupun yang menderita gangguan kesehatan berat.

 "Tidak ada keluhan berat. Yang lainnya dirawat, dan dipantau biasa," katanya.

Selain pemeriksaan terhadap kawasan militer yang menjadi klaster baru itu, Berli memastikan penanganan serius pun dilakukan terhadap warga sipil di sekitarnya. Hingga saat ini, menurutnya sudah terdapat 48 masyarakat umum yang menjalani rapid test.Dari jumlah tersebut, terdapat 28 yang harus menjalani tes lanjutan secara swab.

Baca juga : Sisakan Satu, 23 Pasien Covid-19 di Penajam Sembuh

"Tidak semuanya dites swab, karena tidak semuanya yang reaktif," ujarnya seraya menyebut hasil tes usap ini semuanya terkonfirmasi negatif covid-19.

Berli memastikan, pemeriksaan terhadap masyarakat umum di sekitar komplek militer itu akan terus dilakukan terutama terhadap individu yang terlacak memiliki kontak langsung dengan prajurit yang positif covid-19. Mulai Rabu hingga Jumat mendatang sedikitnya 600 warga umum yang akan menjalani rapid tes.

Tak hanya pengetesan, menurutnya pemantauan secara intensif pun akan dilakukan pada daerah-daerah di sekitar komplek militer tersebut seperti dengan penerapan pembatasan sosial berskala mikro. Upaya ini akan dilakukan baik oleh unsur dari provinsi, kabupaten/kota, hingga gugus tugas di tingkat kelurahan/desa.

"Untuk pemantauan di lingkungan militer, itu akan dilakukan langsung oleh Mabes TNI," katanya. (OL-2)

BERITA TERKAIT