14 July 2020, 21:25 WIB

56 Orang di NTT Meninggal karena DBD


Palce Amalo | Nusantara

KORBAN meninggal akibat wabah demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Januari-Juli 2020 telah mencapai 56 orang, Selasa (14/7).

Sedangkan presentase tingkat kematian atau case fatality rate (CFC) sebesar 1,01%. Selain itu, total pasien sembuh dari DBD tercatat 5.542 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal terbanyak di Sikka sebanyak 15 orang, dan terbanyak kedua di Kota Kupang sebanyak tujuh orang.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Mere minta seluruh dinas kesehatan di daerah itu waspada karena saat ini NTT mulai memasuki kemarau.

Baca juga : Sisakan Satu, 23 Pasien Covid-19 di Penajam Sembuh

"Kita antisipasi munculnya penyakit menular seperti DBD dan diare bersamaan memasuki musim kemarau," ujarnya, Selasa (14/7).

Dokter Dominikus minta kabupaten yang rawan DBD tetap waspada dan melakukan pencegahan dengan 3M Plus antara lain Sikka, Kota Kupang, Manggarai Barat, Belu dan Ende. Sesuai data dinas kesehatan setempat, kasus kematian DBD tersebut berasal dari 14 dari 22 kabupaten dan kota di NTT. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT