14 July 2020, 03:25 WIB

'Bukti yang Tercemar' Jadi Penyelamat City


Widhoroso | Sepak Bola

KETERGANTUNGAN UEFA kepada pada bukti yang pertama kali ditemukan Football Leaks dinilai menjadi faktor penentu Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) mengabulkan banding yang diajukan Manchester City. Keputusan CAS membuat City bisa tampil di Liga Champaions musim depan

Sebelumnya, klub Liga Primer itu dihukum UEFA tidak boleh tampil di Liga Champions selama dua tahun serta denda 30 juta euro. Hukuman diberikan karena City dinilai telah melanggar aturan Financial Fair Play.

Oleh CAS, hukuman larangan tampil di Liga Champions bagi City dibatalkan. CAS hanya menjatuhkan denda 10 juta euro karena City dinilai tidak kooperatif selama penyelidikan.

Richard Cramer dari Front Row Legal, seorang spesialis dalam hukum olahraga, menilai ketergantungan UEFA pada bukti-bukti dari Football Leaks itu telah dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tim hukum Manchester City.

"Kami sedang menunggu putusan penuh, jadi agak terlalu dini untuk bersikap kritis terhadap UEFA atau Manchester City. Yang kami tahu adalah bahwa ini telah menjadi masalah yang berkelanjutan sejak 2014," jelasnya.

"Saya membayangkan bahwa tim kuasa hukum City dengan sangat cerdas menyatakan bukti UEFA yang didapat dari Football Leaks dianggap tercemar karena didapat dengan cara meretas sistem IT City," tambahnya.

UEFA menjatuhkan hukuman kepada City setelah melakukan penyelidikan menyusul laporan Der Spiegel tentang dana dari sponsor yang terkait dengan kepemilikan klub di Abu Dhabi telah ditingkatkan secara tidak benar. Laporan Der Spiegel tersebut bersumber dari dokumen-dokumen yang diperoleh Football Leaks. (Livescore.com/R-1)

BERITA TERKAIT