13 July 2020, 20:00 WIB

LSM ini Serukan tak Pilih Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan


Ghani Nurcahyadi | Politik dan Hukum

SEBANYAK 270 wilayah di Indonesia, yang meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang dengan penerapan protokol kesehatan ketat guna menekan potensi penyebaran Covid-19.

Direktur Eksekutif Pilkada Watch Wahyu A Permana meminta agar para kontestan melaksanakan tantangan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian untuk memberikan dedikasi maksimal kepada masyarakat secara riil melalui adu gagasan dan kerja nyata dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing, yaitu dengan memberikan langkah solutif tehadap dampak sosial ekonomi di daerah pemilihan.

Wahyu Permana juga sepakat agar masyarakat  tidak memilih calon kepala daerah yang tidak bisa menerapkan protokol kesehatan selama kampanye berlangsung. Ia meminta agar momentum kenormalan baru ini dijadikan sebagai ujian bagi calon kepala daerah untuk dapat melaksanakan pilkada sesuai aturan yang ditentukan oleh KPU. 

Calon kepala daerah harus mampu meyakinkan konstituennya, namun tetap mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang ditentukan oleh pemerintah.

“Kalau ada kontestan yang tidak bisa kendalikan massa pemilihnya sehingga terjadi pengumpulan massa yang tidak bisa jaga jarak dan tidak pakai masker, maka jangan dipilih. Artinya dia tidak bisa mengendalikan masyarakat dan tidak mengerti protokol jaga jarak, apalagi kalau sudah menjabat maka penanganan Covid-19 di daerahnya akan makin tidak karuan,” tegas Wahyu Permana.  

Baca juga : Demokrat Pertimbangkan Kader Pemilik KTA Ganda

“Saya membayangkan jika rangkaian Proses Pilkada ini diadakan dengan upaya-upaya menanggulangi Covid 19, maka di 270 daerah tersebut masyarakat akan menerima manfaat langsung upaya mencegah Covid,” lanjutnya

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian meminta kepada para kontestan calon pemimpin daerah agar pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dijadikan momentum penting untuk ajang adu gagasan dan berbuat nyata secara maksimal dalam menangani pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. 

Tito menilai dengan ujian paling riil seperti saat ini, setiap kandidat benar-benar bisa memikirkan, mengkreasi dan melaksanakan ide-ide paling brilian yang mereka bisa untuk seefektif mungkin memberantas Covid-19 di daerahnya.

Wahyu menegaskan, lembaganya akan mengawal setiap tahapan Pilkada Serentak 2020 agar seluruh calon kepala daerah dapat melaksanakan semua aturan yang ditetapkan oleh KPU. ia pun mengahak masyarakat bersama-sama menjaga Pilkada agar tidak terjadi kecurangan dan pelanggaran

“Kami berharap pilkada serentak Tahun 2020 ini dapat melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang, dan kami juga berharap masyarakat dapat memilih calon yang terbaik dan dapat memberikan solusi yang tepat atas berbagai persoalan yang timbul akibat Covid-19 ini,” sambungnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT