13 July 2020, 22:21 WIB

Di luar Jam Sibuk, Waktu Tunggu Angkutan Umum akan Lebih Lama


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta mengatur ketat operasional angkutan umum selama pandemi Covid-19. Hal itu pun telah diinstruksikan kepada seluruh pengelola transportasi umum, seperti MRT dan LRT.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pola pengaturan itu seperti mengoperasikan lebih banyak armada dengan waktu tunggu atau headway yang lebih singkat di jam-jam sibuk mengikuti jam-jam kerja yang ditetapkan selama masa PSBB Transisi fase 1.

"Iya, di masa transisi ini memang kita lakukan pengaturan. Setiap hari minimal memenuhi dua 'shift' (misalnya) dari pukul 07.00 sampai pukul 09.00. Artinya pergerakan orang di jam itu yang kita fasilitasi penuh," kata Syafrin di Balai Kota, Senin (13/7).

Sementara di luar jam-jam sibuk pagi dan sore hari, armada akan dikurangi dan waktu tunggu akan lebih panjang. Syafrin berharap dengan hal seperti ini ia diharapkan akan menurunkan minat masyarakat untuk bermobilitas tanpa ada sebab yang urgen karena masih dalam masa pandemi covid-19.

Baca juga : Risiko Tinggi, Anies Diminta Tak Buka Hiburan Malam Dulu

"Karena di luar jam sibuk berarti kan orang bukan untuk bekerja yang artinya kita minta untuk mereka tetap di rumah. Selain itu saat ini masih diberlakukan 'work from home' sebanyak 50%," ujarnya.

Sementara itu menurus Syafrin, arus peningkatan penumpang di angkutan umum yang dikelola oleh BUMD DKI masih belum terlalu signifikan. Pihaknya pun belum berencana menginstruksikan memperpanjang pola operasi jam sibuk.

Seperti MRT Jakarta diketahui menerapkan pola operasi jam sibuk yakni pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00. Pada pola operasi jam sibuk, MRT akan mengurangi headway hanya lima menit dan jumlah rangkaian kereta yang dioperasikan sebanyak 14 rangkaian. Sementara di luar jam sibuk, MRT datang setiap 10 menit sekali dengan hanya tujuh rangkaian yang beroperasi.(OL-7)

BERITA TERKAIT