13 July 2020, 20:52 WIB

Pendaftaran Gelombang IV Program Kartu Prakerja Dibuka Akhir Juli


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

SEKRETARIS Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan, pembukaan pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang IV akan dibuka pada akhir Juli 2020. Itu menunggu peraturan turunan dari Peraturan Presiden 76/2020 tentang Perubahan Peraturan Presiden 36/2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja selesai dibuat.

"Kita berharap, untuk batch selanjutanya batch 4 dan seterusnya, bisa segera kita jalankan bersama dengan perangkat regulasi baru yang mudah-mudahan ini akan jauh lebih baik dari tata kelola dan akuntabilitasnya. Kita juga mengharapkan ini segera dibuka di akhir Juli ini. Mudah-mudahan kuotanya sampai 500.000 peserta," ujar Susiwijono dalam konferensi pers di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/7).

Selain itu, Komite Cipta Kerja juga tengah mempertimbangkan untuk dilakukannya pelatihan secara offline (luar jaringan/luring). Rencananya hal tersebut akan dimulai pada pertengahan atau akhir Agustus 2020.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengungkapkan, pada gelombang IV dan seterusnya korban PHK, pekerja yang dirumahkan dan pelaku UMKM terdampak pandemi menjadi prioritas sebagai peserta program pelatihan.

Berdasarkan data yang diolah Kemnaker, kata Bambang, saat ini sekitar 3 juta tenaga kerja dan pelaku UMKM yang masuk ke dalam daftar prioritas. Dari jumlah tersebut, 1,7 juta orang datanya telah lengkap dan terverifikasi.

"Wait list ini jumlahnya kurang lebih adalah 3 juta lebih sedikit, isinya orang-orang yang ter PHK, orang-orang yang dirumahkan dan juga pelaku UMKM yang usahanya terdampak covid. Dari 3 juta tersebut, kurang lebih 1,7 juta datanya sudah sangat komplit by name by adress. Sementara lebihnya masih kita lakukan verifikasi ulang," terang Bambang.

Senada, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin menyebutkan, pada gelombang IV nanti porsi peserta pelatihan akan diisi oleh mereka yang menjadi prioritas sebesar 80% dari 500.000 kuota yang disediakan. Sedangkan 20% lainnya merupakan peserta umum yang tidak masuk dalam kategori prioritas.

"Intinya kita selesaikan dulu yang 1,7 juta orang yang telah lengkap itu datanya sebagai peserta Kartu Prakerja. Begitu sudah mulai berkurang, kemungkinan akan berubah lagi porsinya, 80% untuk umum dan 20% untuk mereka yang ter-PHK, dirumahkan dan pelaku UMKM terdampak covid-19," pungkas Rudy. (OL-4)

BERITA TERKAIT