13 July 2020, 17:45 WIB

Ada Jalur Mandiri Buat Kalangan Menengah ke Atas


Cikwan Suwandi | Nusantara

UNIVERSITAS Singaperbangsa di Karawang, Jawa Barat membuka pendaftaran mahasiswa baru sarjana dan pasca sarjana di jalur mandiri ajaran baru Tahun 2020. Bagi mahasiswa baru, Perguruan tinggi negeri (PTN) baru tersebut mematok biaya pengembangan institusi dari harga Rp15 juta hingga Rp45 juta. Tergantung jurusan studi yang dipilih.

"Pengembangan institusi ini merupakan kebijakan baru. Karena ibu rektor ingin bergerak maju. Unsika punya lahan yang harus dikembangkan dan kampus di sini tidak memadai. Intinya bagaimana mengundang masyarakat yang punya uang untuk berpartisipasi," ungkap Kabiro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa, Salhefni kepada Media Indonesia, Senin (13/7).

Salhefni menyebutkan keluarnya biaya iuran pengembangan institusi jalur mandiri dari hasil pertimbangan animo masyarakat. Kendati tengah ekonomi sulit karena Covid-19, kondisi masyarakat Karawang masih dinilainya mampu.

"Pertimbangannya animo masyarakat. Perbandingan masyarakat Karawang yang mampu cukup tinggi. Daerah industri dan juga banyak pendatang. Tetapi ini bukan hanya untuk warga Karawang saja, untuk warga Indonesia yang mampu juga," ungkapnya.

Kouta jalur mandiri itu disebutkannya maksimal 40 persen dari 1.100 kouta mahasiswa baru yang disediakan. Sebelumnya pihaknya telah menerima sebanyak 800 mahasiswa baru dari jalur SNMPTN dan SBMPTN. Dan yang baru mendaftar ulang sebanyak 60 persen.

Sementara itu untuk jalur mandiri bagi warga miskin, lanjut Salhefni masih bisa mendapatkan kouta . "Jika dia pintar dan memang ingin mendaftar. Kami akan memberikan kesempatan . Karena ibu rektor memberika itu. Dan ada kouta untuk warga lokal juga, tetapi belum dijelaskan berapa besarannya," ucapnya.

Salhefni memastikan tidak akan adu biaya lebih besar bagi mahasiswa baru jalur mandiri. Mereka memang diperbolehkan untuk membiayai uang jalur mandiri lebih dari biaya yang ditentukan. "Saya pastikan tidak akan, karena dalam tesnya dilakukan dengan berbasis komputer," ungkapnya.(OL-13)

 

BERITA TERKAIT