13 July 2020, 17:30 WIB

Kemendagri: Setiap Daerah Perlu Simulasikan Tatanan Hidup Baru


Putra Ananda | Politik dan Hukum

KURANG disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19 menjadi salah satu masalah serius yang saat ini harus diselesaikan oleh pemerintah. Ketidakdisiplinan masyarakat tersebut berimbas pada terus bertambahnya angka positif warga yang tertular covid-19.

Menteri Dalam Negri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, setiap daerah perlu melakukan simulasi tentang tatanan hidup baru atau new normal yang baik dan benar. 

Hal tesebut dibutuhkan agar masyarkat tidak salah mengartikan tatanan hidup baru sebagai bebas covid-19 sehingga malah melakukan kebiasaan lama atau old normal dengan mengabaikan protokol kesehatan.

"Semua daerah harus buat protokol standar keamanannya yang harus ada simulasinya. Jangan langsung tiba-tiba diterapkan new normal. Karena kalau langsung diterapkan masyarakat langsung berpikir covid sudah selesai sehingga akan mengabaikan tatanan kehidupan baru dan berpikir bisa kembali ke old normal," tutur Tito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/7).

Tito menjelaskan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi covid-19 dilakukan demi menjaga produktivitas untuk mengurangi defisit perekonomian. Semua sektor perlahan akan bergerak bangkit dengan tetap memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga dalam menjalankan aktifitas tatanan hidup baru tersebut.

"Perekonomian yang jatuh teralalu dalam akan berpengaruh terhadap dampak sosial seperti PHK serta kekuatan pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi pandemi covid19," jelasnya.

Baca juga: Jokowi Singgung DKI Soal Lonjakan Positivity Rate Capai 10,5%

Sebagai langkah penanganan proteksi diri yang utama, Tito meminta Pemda terus mensosialisasikan protokol kesehatan selama beralih ke new normal. Sosialiasi tersebut berupa, pemabgian masker, hand sanitizser, hingga pemberian bantuan sosial (bansos) untuk desa-desa yang membutuhkan.

"Kita jembatani dengan program-program dari menteri ekonomi keuangan dll. semua sektor mulai bergerak bangkit tapi harus tetap aman sesuai protokol covid 19," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Tito juga merincikan jumlah realokasi dan refocusing anggaran kegiatan Pemda dalam mengatasi pandemi covid-19 senilai Rp 74 triliun. Dengan rincian, Rp 29 triliun untuk penanganan kesehatan, Rp 28 triliun untuk penangan jaringan pengamanan sosial, serta Rp 17 triliun untuk penaganan dampak ekonomi.

"Kami juga sudah mengadakan lomba inovasi daerah menghadapi covid-19 yang diikuti 4 klaster peserta yakni Pemerintah Provinsi, Kota, Kabupaten, dan Kabupaten Tertinggal. Pemenang di setiap klaster akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID)," paparnya. (A-2)

BERITA TERKAIT