13 July 2020, 16:43 WIB

Jarang Diminati , Menkop UKM: Kami Fokus Tumbuhkan Koperasi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PERAN koperasi di Indonesia masih jauh dari harapan, pasalnya saat ini koperasi yang merupakan lembaga ekonomi pertama di Indonesia tidak lagi diminati oleh masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai keadaan ini dapat terlihat dari beberapa aspek diantara ialah rendahnya partisipasi penduduk indonesia yang menjadi anggota koperasi dan juga rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional.

"PBB mencatat rata-rata sebanyak 16,31% penduduk dunia menjadi anggota koperasi, namun di Indonesia hanya sekitar 8,41% masyarakat yang bergabung dalam koperasi. Sementara itu, untuk kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia baru sebesar 0,97% dan angka itu masih relatif rendah bila dibandingkan rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia yaitu sebesar 4,30%," ungkapnya dalam Webinar Nasional Peringatan Hari Koperasi ke-73, Senin (13/7).

Lebih lanjut, Teten mengungkapkan bahwa kondisi ini tentunya disebabkan oleh berbagai kendala seperti regulasi, manajemen, SDM, akses pembiayaan dan pengawasan.

Hal inilah yang saat ini menjadi fokus Kemenkop UKM agar usaha koperasi memungkinkan untuk tetap tumbuh seluas-luasnya.

Baca juga : BI: Kegiatan Usaha pada Triwulan II 2020 Terkontrasi -35,75%

"Selain sebagai lembaga ekonomi, koperasi juga berperan sebagai lembaga sosial. Di mana demokratisasi ekonomi dan lembaga pendidikan yang senantiasa membangun budaya pembelajaran antar anggota sangat terlihat melalui praktik bisnis koperasi. Peran koperasi tersebut kami rasa mutlak perlu dimiliki agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan anggota," sambung Teten.

Lebih lanjut lagi, menurutnya bila dilihat secara umum, koperasi juga telah memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari 123 ribu unit koperasi yang mampu mendorong pembentukan 5,54% rasio PDB koperasi secara nasional serta menyerap 0,45% dari total angkatan kerja di Indonesia.

Sayangnya, dari total tersebut masih didominasi oleh KSP (Koperasi Simpan Pinjam) dan unit simpan pinjam yg mencapai 59,9% serta terkonsentrasi di pulau jawa sebanyak 46,5%.

"Semoga koperasi dapat terus memberikan kontribusi ke masyarakat dan lebih eksis untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT