13 July 2020, 16:37 WIB

Lonjakan Kasus Baru, Anies Dinilai Gagal Tangani Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KASUS baru covid-19 di DKI pada akhir pekan lalu melonjak cukup drastis di nilai anggota dewan Gubernur Anies Bawesdan lengah.

Diketahui, Minggu (12/7) jumlah kasus baru covid-19 mencapai rekor tertinggi yakni 404 kasus baru. Sebelumnya pada 11 Juli, jumlah kasus baru covid-19 adalah 359 kasus mematahkan rekor sebelumnya 344 kasus.

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B Gilbert Simanjuntak menyebut naiknya angka kasus baru covid-19 ini disebabkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang lengah karena berpatokan pada reproduction number (Rt) atau angka penularan kasus covid-19.

Pada Mei hingga Juni diketahui angka Rt Jakarta berada di sekitar 1. Artinya satu orang positif covid-19 menularkan pada satu orang lainnya. Anies menyebutkan berdasarkan fakta itu maka penularan covid-19 di Jakarta relatif terkendali.

Namun, Gilbert mengingatkan bahwa awalnya covid-19 yang menyebar ke seluruh Indonesia ditularkan oleh seorang warga asing ke warga negara Indonesia yang berdomisili di Depok.

"Yang juga penting, angka Rt yang didengungkan oleh gubernur adalah tidak benar. Karena nyatanya bisa dua kali lipat naiknya angka positivity rate. Sejak awal saya mengatakan jangan berpatokan ke angka Rt. Apa yang saya prediksikan akhirnya benar terjadi," kata Gilbert saat dihubungi mediaindonesia.com, Senin (13/7).

Baca juga : Ahok Sebut Lokasi Reklamasi Ancol Mirip dengan Pulau K dan L

Gilbert pun meminta agar Anies benar-benar melakukan pelacakan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki peningkatan kasus cukup besar. Wilayah-wilayah tersebut termasuk warganya untuk diisolasi.

Hal ini untuk mencegah penularan semakin menyebar luas.

"Jelas peningkatan ini adalah dampak atau buah dari kebijakan sebelumnya. Sebaiknya ditelusuri di mana saja ini terjadi dan diisolasi masyarakat daerah tersebut sedikitnya tiga minggu. Kalau tidak agresif menemukan daerah tersebut maka jumlah ini akan meningkat tak terkendali," ujar politikus PDIP itu.

Selain itu, Gilbert yang juga mantan wakil rektor Universitas Kristen Indonesia menilai prgram 'active case finding' yang saat ini dilakukan bukanlah solusi utama mencegah penularan virus covid-19.

"Tetapi mengisolasi para penderita dan lokasi tersebut akan menurunkan jumlah yang terinfeksi," ujarnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT