13 July 2020, 14:30 WIB

Ke Bioskop, Antara Takut dan Rindu


Insi Nantika Jelita | Humaniora

BIOSKOP di seluruh tanah air dibuka pada 29 Juli mendatang ditengah pandemi. Penelitian World Healh Organization (WHO) menyebut kemungkinan transmisi covid-19 melalui airborne atau udara yang terjadi pada ruangan tertutup.

Masyarakat mengaku masih mengurungkan niatnya untuk menonton bioskop meski dibuka. Rasa takut atau paranoid terhadap penularan covid-19 menjadi alasan utamanya.

"Kalau aku pribadai enggak dulu deh ke bioskop. Khawatir pasti iya karena kan kursinya dipakai orang secara gantian. Kita sendiri kan enggak tahu kondisi kesehatan mereka," ujar Nanda, 25 tahun, kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (13/7.

Lain halnya dengan Nanda, Rio seorang pegawai swasta mengatakan ada keinginan dirinya untuk ke bioskop. Ia mengaku sudah rindu, sejak Maret tidak pergi ke tempat hiburan tersebut.

"Pengen sih nonton. Sudah lama juga. Khawatir ada, tapi kan kalau protokol kesehatan diterapkan bakal aman ya," kata pria berusia 28 tahun itu.

Baca juga : Ke Bioskop Hingga Konser Musik, Berisiko Tinggi Tertular Korona

Terpisah, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengungkapkan pengelola bioskop berkomitmen menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

"Ya kita jangan paranoid juga lah. Semua tempat itu enggak ada yang bisa jamin aman. Protoklo kesehatan jadi acuanya. Kalau kata Pak Menteri Wishnutama 'Kita coba dong (buka bioskop)'. Setuju saya. Kalau emang gak kuat mentalnya, ya tidak perlu datang bioskop ya menurut saya," tukas Djonny kepada mediaindonesia.com, Senin (13/7).

Dalam simulasinya, Djonny mengungkapkan nantinya pengunjung bioskop yang datang saat dipintu masuk akan merobek sendiri karcisnya, jumlah di dalam teater dibatasi setengah dari kapasitas. Kursi yang ditandai X tidak diperbolehkan ditempati.

"Kami bahkan imbau pengunjung yang datang pakai lengan panjang. Masker sudah pasti. Kami sih tentunya ikuti aturan pemerintah. Kalau disuruh buka ya kami buka, kalau tutup kami lakukan. Keselamatan orang nomor satu," kata Djonny.

Diketahui, data kajian dari Asosiasi Medis Texas atau Texas Medical Association (TMA) menempatkan sejumlah kegiatan dengan tingkatan dari risiko rendah, sedang, hingga tinggi terkait penularan covid-19. Bioskop termasuk yang masuk dalam risiko tertinggi.

Namun, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia ( UI) Pandu Riono mengungkapkan tempat dimana saja masih riskan tertular covid-19.

"Ya keluar rumah juga berisiko, kemanapun berisiko. Mmasuk ke ruangan yang ventilasi kurang baik juga busa kena covid-19 kalau tidak pakai masker, mencuci bersih dan menjaga jarak," pungkas Pandu. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT