13 July 2020, 12:33 WIB

Erdogan Tolak Kecaman Dunia soal Status Hagia Sophia


Insi Nantika Jelita | Internasional

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menolak kecaman internasional atas keputusan untuk mengubah status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Ia mengatakan keputusan itu mewakili keinginan negaranya untuk menggunakan hak kedaulatannya. Erdogan telah berulang kali menyerukan agar bangunan yang menakjubkan itu diganti namanya menjadi masjid. Pada 2018, ia membacakan sebuah ayat dari Al-Quran di Hagia Sophia.

"Mereka yang tidak mengambil langkah melawan Islamofobia di negara mereka sendiri  menyerang keinginan Turki untuk menggunakan hak-hak kedaulatannya," kata Erdogan pada upacara yang ia hadiri melalui konferensi video Sabtu (11/7) yang dilansir Aljazeera hari ini, Senin (13/7).

Yunani mengutuk tindakan itu sebagai provokasi, Prancis dan Amerika pun juga menyesalkan keputusan Erdogan itu. Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko pada Sabtu (11/7), mengatakan Moskow menyesali keputusan tersebut.

"Katedral itu berada di wilayah Turki, tetapi tanpa pertanyaan warisan semua orang," katanya kepada kantor berita Interfax.

Dewan Gereja Sedunia atau WCC menulis kepada Erdogan untuk mengungkapkan kesedihan dan kegelisahan atas langkah tersebut dan mendesaknya untuk membalikkan keputusannya.

"Sebagai museum Warisan Dunia, Hagia Sophia telah menjadi tempat keterbukaan, pertemuan, dan inspirasi bagi orang-orang dari semua bangsa," kata Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedunia (WCC) yang dirilis pada Sabtu kemarin.

Pada Jumat (10/7), Erdogan secara resmi mengubah Museum Hagia Sophia menjadi masjid dan menyatakan itu terbuka untuk ibadah umat Islam, beberapa jam setelah keputusanpengadilan tinggi setempat. Ia menegaskan umat Muslim bisa beribadah ditempat tersebut pada 24 Juli.

baca juga: Paus Fransiskus Sedih Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

Dibangun 1.500 tahun yang lalu, Hagia Sophia sempat dijadikan katedral Kristen Ortodoks dan diubah menjadi masjid setelah Ottoman menaklukkan Konstantinopel atau sekarang dinamakan Istanbul pada tahun 1453. Pemerintah Turki lalu memutuskan Hagia Sophia menjadi museum pada 1943. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT