13 July 2020, 11:25 WIB

Presiden: Maksimalkan Alat Tes Cepat dan PCR di Delapan Provinsi


Andhika prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar tes cepat dan PCR swab test dimaksimalkan di delapan provinsi dengan kasus tertinggi. Hal itu ia tegaskan saat memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7).

Di hadapan sejumlah menteri dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, ia menegaskan, lonjakan kasus covid-19 yang terus melonjak itu harus disikapi dengan serius. Perintah itu ia tujukan kepada seluruh menteri dan kepala daerah.

"Penanganan yang masif, baik itu pengetesan, pelacakan maupun pengobatan harus terus dilakukan dengan cepat. Terutama di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Papua," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Senin (13/7).

Presiden meminta seluruh alat tes cepat dan PCR digunakan secara maksimal. Laboratorium-laboratorium yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan pemeriksaan spesimen juga harus dioptimalkan.

"Target yang kita harapkan, target yang saya sampaikan harus bisa tercapai yaitu 30 ribu spesimen per hari. Tingkatkan penelusuran ODP dan PDP," tuturnya.

Rumah sakit-rumah sakit rujukan serta darurat juga diminta untuk terus siaga dan menyiapkan berbagai peralatan medis yang dibutuhkan seperti alat pelindung diri, ventilator dan kamar isolasi.

"Berikan fasilitas isolasi dan pengobatan yang baik. Kalau memang ada yang kekurangan, Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan ke menteri PU agar bisa segera diselesaikan," ucap kepala negara.

Hingga Minggu (12/7), pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia bertambah 1.681 orang. Dengan demikian, secara kumulatif nasional, jumlah kasus positif mencapai 75.699 orang. Dari angka itu, 35.638 dilaporkan sembuh dan 3.606 orang meninggal.

Beberapa provinsi yang mencatat penambahan kasus tertinggi, yakni Jawa Timur (518), DKI Jakarta (404), Sulawesi Selatan (173), Kalimantan Selatan (77), Jawa Tengah (70), Papua (63), dan Jawa Barat (50).

Khusus DKI Jakarta, kasus baru covid-19 sebanyak 404 kasus merupakan rekor tertinggi baru. Sebagian besar kasus baru merupakan hasil pelacakan masif terhadap mereka yang memiliki kontak dekat dengan kasus positif. (H-2)

BERITA TERKAIT