13 July 2020, 10:48 WIB

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Nurhadi


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan tiga orang pegawai perusahaan swasta sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung mulai 2011 hingga 2016 dengan tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi.

"Amrul Khair Rusin, Ari Wibowo dan Beson, ketiganya dipanggil sebagai saksi untuk NHD (Nurhadi)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resmi, Senin (13/7).

Menurut dia, Amrul Khair Rusin berstatus sebagai karyawan, kemudian Ari Wibowo menjabat Account Receivable Hotel Arya Duta dan Benson berstatus wirausaha. Penyidik membutuhkan keterangan ketiganya untuk penyidikan kasus yang menjerat Nurhadi. Pada kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiganya adalah Nurhadi, menantu Nurhadi, Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Hiendra dijerat sebagai pihak pemberi suap dan gratifikasi kepada Nurhadi. Hiendra melalui Rezky diduga memberi suap dan gratifikasi untuk Nurhadi mencapai Rp46 miliar.

Tujuan praktik kotor itu untuk memuluskan sejumlah perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara dan sengketa saham di PT MIT. Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

baca juga: Istri Nurhadi Diperiksa KPK

Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (OL-3)

BERITA TERKAIT