13 July 2020, 10:31 WIB

Anies Dianggap Gagal Tekan Laju Korona selama PSBB Transisi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KEBIJAKAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperpanjang masa transisi di ibu kota dianggap tidak berhasil menekan laju kasus positif covid-19.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengungkapkan, pada 9 Juli, Jakarta mencatat kasus rata-rata tertinggi dengan diatas 250 kasus.

"DKI minggu ini mencapai kasus rata-rata tertinggi. Angkanya (positif covid-19) selalu naik ya. Pak Gubernur yang harus menjelaskan. Ini artinya kan gagal PSBB transisi," ungkap Syahrizal kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (13/7).

Kasus positif covid-19 di ibu kota selama sebulan lebih ini fluktuatif. Namun sejak 18 Juni hingga 9 Juli, rata-rata kasus mengalami peningkatan. Dalam data kurva mingguan, rata-rata kasus positif di Jakarta yang Syahrizal tunjukkan, pada 4 Juni kasus positif covid-19 dibawah 100 kasus.

Pada 11 Juni tercatat naik diangka 150 kasus. Pada 18 Juni kasus positif covid-19 di DKI turun sedikit di bawah 150 kasus.

Pada 25 Juni kasus naik sedikit di atas 150 kasus. Lalu naik lagi masih di atas 150 kasus pada 2 Juli. Pada 9 Juli kenaikan rata-rata kasus positif covid-19 mencapai puncaknya dengan di atas 250 kasus.

Baca juga:  Tertinggi, Kasus Baru Covid-19 Jakarta Tambah 404 Orang Hari Ini

Syahrizal meminta kebijakan untuk perpanjangan transisi di DKI perlu dikaji kembali. Jangan sampai, katanya, masyarakat yang disalahkan dalam lonjakan kasus covid-19 di Jakarta.

Kemarin, ada penambahan 404 kasus positif covid-19 di ibu kota selama 24 jam. Total kasus pun mencapai 14.361 kasus. Dari jumlah tersebut, 9.200 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 702 orang meninggal dunia.

"Di masa darurat dan krisis seperti ini masyarakat tidak bisa disalahkan. Pemimpin lah yang salah karena semua otoritas ada ditangannya juga pengelolaan sumber daya serta regulasi," tegas Syahrizal.

Syahrizal juga tidak heran soal angka positivity rate di DKI naik mencapai 10,5%. Dalam siaran youtubenya, Minggu (12/7), Anies mengatakan angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan positivity rate selama bulan Juni yang mencapai kisaran 4% hingga 6%.

Ancaman untuk menarik status transisi pun dilontarkan oleh Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

"Saya ingatkan pada semua jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Kalau ini berlangsung terus bukan tidak mungkin kita kembali ke situasi sebelum ini," ungkap Anies.(OL-5)

BERITA TERKAIT