13 July 2020, 10:15 WIB

Sulteng Siagakan Alat Berat di Lokasi Banjir Sigi


Zubaedah Hanum | Nusantara

PEMPROV Sulawesi Tengah mengirim alat berat ke sejumlah lokasi banjir yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sigi. Langkah itu sebagai upaya pemerintah untuk melakukan normalisasi alur sungai mencegah banjir saat musim hujan.

"Kabupaten Sigi merupakan daerah yang paling rawan banjir. Dalam tiga tahun terakhir ini, beberapa wilayah di daerah berbatasan dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, tersebut diterjang banjir bandang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala seperti dilansir dari Antara, Senin (13/7).

Selain menelan korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan di di berbagai infrastruktur, jalan, jembatan, sarana pendidikan,rumah ibadah, lahan pertanian dan perkebunan dan rumah-rumah warga.

Dalam sepekan terakhir ini saja, kata Bartholomeus, beberapa desa di sejumlah kecamatan di Sigi sudah beberapa kali dilanda banjir.

Bukan hanya karena cuaca ekstrem. Bencana banjir juga disebabkan banyak sungai dangkal, sehingga tak mampu menampung debit air yang besar sehingga meluap ke permukiman dan lahan-lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Guna mengantisipasi terjadinya kembali banjir yang sama di wilayah rawan banjir dan tanah longsor, menurut Bartholomeus, Pemprov Sulteng melalui Dinas PU meminjamkan beberapa unit alat berat untuk diperbantukan dalam pekerjaan penataan kembali alur sungai.

Ada beberapa alat berat sudah dikirim ke sejumlah kecamatan yakni Kulawi, Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Gumbasa dan Tanambulava.

Wilayah-wilayah itu, kata Bartholomeus menjadi langganan banjir. Setiap musim hujan, terjadi bencana alam banjir dan longsor karena memang banyak sungai dan kondisi tanahnya labil.

Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Asrul mengaku sudah menerima bantuan alat berat dari provinsi untuk membantu Pemkab Sigi dalam upaya menangani beberapa sungai yang telah terjadi pendangkalan.

Sekarang ini, kata dia, penataan alur sungai di beberapa titik banjir di Kabupaten Sigi sedang dikerjakan pihak-pihak terkait guna mengantisipasi musim hujan.

Pemerintah provinsi dan kabupaten juga telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat ke seluruh wilayah terdampak bencana alam banjir di Kabupaten Sigi.

Dalam seruannya, Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata meminta masyarakat tidak boleh lagi membuka lahan kebun baru. "Tetapi sebaliknya menanam pohon di lokasi-lokasi yang terlihat kritis agar bencana alam banjir dan tanah longsor tidak lagi mengancam keselamatan jiwa kita semua," kata Mohammad Irwan Lapata. (H-2)

BERITA TERKAIT