13 July 2020, 08:41 WIB

Rekor, Florida Laporkan 15.000 Kasus Covid-19 Baru dalam Sehari


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

DEPARTEMEN Kesehatan Florida, Minggu (12/7), melaporkan sedikitnya 15.299 kasus covid-19 baru, jumlah tertinggi kasus baru dalam satu hari yang pernah dialami negara bagian Amerika Serikat sejak pandemi dimulai.

Florida menjadi negara bagian AS pertama yang melaporkan peningkatan lebih dari 15.000 kasus covid-19 dalam satu hari, saat tekanan terus meningkat pada pejabat untuk mengetatkan penggunaan masker.

Sebanyak 15.299 kasus covid-19 yang tercatat dalam 24 jam mencakup sekitar seperempat dari semua infeksi harian Amerika Serikat.

Negara bagian dengan hanya 7% dari populasi AS itu melampaui rekor harian sebelumnya yang dipegang oleh California.

Florida, yang mulai mencabut pembatasan covid-19 pada Mei, telah terbukti rentan karena pariwisata dan populasi lansia. Angka-angka itu melampaui tingkat harian terburuk yang terlihat di New York pada April.

Baca juga: 40 RS di FLorida Kewalahan Tangani Pasien Korona

Florida juga mencatat tambahan 45 kematian. Jika dianggap sebagai sebuah negara, Florida menempati peringkat keempat di dunia untuk kasus-kasus baru.

Lebih dari 40 rumah sakit di Florida mengatakan fasilitas perawatan intensif mereka dalam kapasitas penuh. Angka-angka terbaru dirilis sehari setelah Walt Disney World di Orlando, Florida, dibuka kembali, tetapi dengan langkah-langkah keamanan termasuk memakai masker dan penggunaan sanitizer.

Secara keseluruhan, AS telah melampaui total kasus harian baru 60.000 selama beberapa hari terakhir. Negara-negara bagian lain termasuk Arizona, California, dan Texas terus mengalami peningkatan kasus.

Sejak pandemi melanda AS, lebih dari 134.000 orang di Negeri Paman Sam meninggal akibat covid-19.

Sementara itu Presiden Donald Trump muncul mengenakan masker di depan umum untuk pertama kalinya setelah sebelumnya meragukan kegunaannya. Dia mengunjungi rumah sakit militer Walter Reed di luar Washington. Dia bertemu dengan tentara yang terluka dan tenaga medis.

"Saya tidak pernah menentang masker tapi saya yakin pemakaiannya punya waktu dan tempat," ujarnya ketika meninggalkan Gedung Putih. (BBC/OL-5)

BERITA TERKAIT