13 July 2020, 08:28 WIB

Siswa di Temanggung Terganggu Dengan Belajar Daring


Tosiani | Nusantara

PROSES belajar mengajar di beberapa sekolah di Temanggung, Jawa Tengah terhambat selama masa pandemik korona. Para siswa mengalami kesulitan mencari referensi materi pelajaran lantaran tidak mendapat penjelasan pada pertemuan tatap muka. Seperti dialami Zahra,12, salah seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Kranggan selama pandemi, ia hanya menerima pelatihan soal-soal yang dikirimkan oleh para guru melalui pesan whatsapp. Kemudian Zahra mengerjakan di lembaran kertas folio.

"Hingga saat ini soal-soal yang sudah dikerjakan di kertas-kertas itu masih menumpuk di rumah. Nantinya baru akan dikumpulkan pada guru setelah diperbolehkan pembelajaran melalui tatap muka," ungkap Zahra, Senin (13/7).

Selama proses pembalajaran dari rumah itu, Zahra mengaku kesulitan. Ia kebingungan mencari referensi untuk materi pelajaran. Biasanya ia mencarinya dari internet dan buku-buku pelajaran sekolah. Namun pengetahuan yang didapat juga terbatas.

"Pokoknya bingung, beda kalau dijelaskan oleh guru langsung, tentu lebih mudah dipahami. Pelajarannya jadi banyak ketinggalan, terhambat sekali," ujar Zahra.

Lantaran Zahra kini duduk di kelas akhir atau kelas 6 SD, pihak sekolah berupaya mencari terobosan dengan pembelajaran online class room melalui aplikasi google meeting. Namun proses ini masih akan diuji-cobakan terlebih dahulu. Zahra dan teman-teman lainnya baru mendapatkan password untuk bisa masuk ke pertemuan online tersebut.

"Ini masih uji coba pakai class room karena kami sudah kelas 6 supaya pelajarannya tidak terlalu terhambat,"kata Zahra.

baca juga: Pakar: Belajar Daring akan Membebani Guru

Wildan,11 siswa kelas 5 SD di Kecamatan Temanggung mengaku kesulitan lantaran orang tuanya kerap tidak mampu membeli kuota paket data guna pembelajaran online selama masa pandemik. Apalagi orang tua Wilda juga dirumahkan dari pekerjaan akibat pandemi. Hingga kini keluarga Wildan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Biasanya ibu yang harus pinjam uang kesana kemari agar bisa membeli paket data supaya saya bisa mengikuti pelajaran secara online dan mencari bahan materi dari internet," terang Wildan.

BERITA TERKAIT