13 July 2020, 07:30 WIB

Cegah Lonjakan Covid-19, Anies Minta Warga Waspadai 2 Lokasi Ini


Fachri Audhia Hafiez | Megapolitan

WARGA ibu kota diminta untuk selalu berhati-hati dan mewaspadai lokasi-lokasi yang menjadi sumber penularan virus korona (covid-19). Lokasi pertama yang menjadi titik rawan penularan yakni transportasi umum.

"Pertama yang paling harus kita hati-hati adalah tempat transportasi umum, disitu ada situasi dimana menjaga jarak itu seringkali sulit," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangan melalui konferensi televideo, Minggu (12/7).

Lokasi kedua yakni di pasar. Anies mengatakan, situasi di pasar sering kali membuat interaksi pedagang dan pembeli tidak memperhatikan jaga jarak.

"Pastikan bahwa semuanya disiplin. Kami pun melakukan pengawasan pemantauan. Ada lebih dari 300 pasar, 153 di bawah Pemerintah Provinsi DKI, sisanya adalah pasar rakyat," ujar Anies.

Anies meminta kepada masyarakat ibu kota untuk memperhatikan tingginya kasus covid-19 akhir-akhir ini. Caranya dengan patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca juga:  Naik Transportasi Umum saat Pandemi, Taati Protokol Kesehatan Ini

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan masker dalam setiap aktivitas. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun juga tak dilewatkan.

"Paling penting dari semuanya jangan ragu untuk mengingatkan siapa pun, kapan pun, dimana pun. Ingatkan, tegur bila ada yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, bila di ruangan lebih dari 50% kapasitas, dan tidak melakukan cuci tangan," tutur Anies.

Jumlah kasus kumulatif pasien positif covid-19 di DKI Jakarta per Minggu (12/7) menjadi 14.361 orang. Dari total tersebut, sebanyak 404 orang dinyatakan positif tertular. Sebanyak 9.200 dinyatakan sembuh. Sedangkan 702 telah meninggal dunia akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut.

Pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 554 pasien. Kemudian 3.905 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 355 orang dan pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 734 orang.(OL-5)

BERITA TERKAIT