13 July 2020, 05:40 WIB

Kejar Ambisi Jadi Nomor Satu


DW/AD/FL/RF/N-2 | Nusantara

SEPERTI perlombaan, daerah terus memaksimalkan kemampuan untuk menjadi nomor satu di bidang ketahanan pangan. Salah satu pemilik ambisi itu ialah Askolani.

Bupati Banyuasin, Sumatra Selatan, itu mengobarkan semangat mewujudkan daerahnya menjadi yang paling banyak menghasilkan beras. “Kami ingin menjadi daerah nomor satu sebagai produsen beras terbesar di Tanah Air,” tekad Askolani, kemarin.

Buat dia, ambisinya itu tidak berlebihan. Pasalnya luas lahan persawahan di wilayahnya masih bisa dimaksimalkan. “Jika ditambah dengan pencetakan sawah baru, luas lahan pertanian akan semakin meningkat.”

Tahun ini, ujar Askolani, ada 263.368 hektare yang ditanami padi. Hasil panennya diperkirakan bisa mencapai 1.309,598 ton gabah kering giling, atau setara 750.399 ton beras.

“Tahun ini, kami akan naik ke peringat dua atau bahkan satu sebagai produsen beras. Untuk mengawal target itu, pemkab sudah menggulirkan program Petani Bangkit, lengkap dengan terobosan untuk mengejar ambisi,” tegasnya.

Saat ini, Banyuasin bersaing dengan tiga lumbung padi di Jawa, yakni Indramayu yang memiliki lahan 215.731 hektare, Karawang dengan  185.807 hektare, dan Subang 156.298,50 hektare. “Dengan ekstensifikasi pertanian, kami mengejar mereka tahun ini,” tandas Askolani.

Dua program juga digulirkan Pemkab Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk meningkatkan hasil pertanian, yakni mencetak lahan baru dan terus menginovasi lahirnya varietas padi unggulan.

“Tahun ini, kami targetkan mencetak sawah baru seluas 120 hektare. Tahun ini juga kami sudah surplus padi hingga 138 ribu ton. Pandemi boleh datang, tapi kehidupan petani di Tasikmalaya tidak terganggu,” ujar Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto.

Daerah itu diuntungkan adanya dua bendungan, yakni Leusisapi dan Cijalu. Keduanya mampu mengalirkan air sepanjang tahun ke persawahan.

Sementara itu, di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa terus memperluas layanan Lumbung Pangan. Belanja kebutuhan pangan secara daring sudah dilakukan di 11 daerah dan ditambah menjadi 19 daerah. (DW/AD/FL/RF/N-2)

BERITA TERKAIT