13 July 2020, 02:10 WIB

Lentera Kisik Plawangan, Cahaya di Kampung Nelayan


MI | Humaniora

LENTERA Kisik Plawangan merupakan sebuah perpustakaan kecil yang berada di tepi pantai Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Perpustakaan itu didirikan Sonhaji bersama para pemuda lain di desanya pada 5 April 2020. Berdirinya Lentera Kisik Plawangan dilatarbelakangi keresahan para pemuda desa melihat anak-anak yang semakin gemar bermain gadget dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya pantai.

 “Kami berkumpul dan berpikir apa yang harus kami lakukan untuk desa ini. Kemudian kami memutuskan untuk membuat omah petak di tepi pantai sebagai wadah untuk anak-anak bermain, membaca buku, berdiskusi, dan sebagai ajang kreativitas di desa,” kata Sonhaji kepada Media Indonesia, Selasa (7/7).

Sonhaji menjelaskan, Lentera Kisik memiliki arti sebuah cahaya atau harapan di tepi pantai. Dia berharap, dengan nama tersebut, nantinya perpustakaan itu akan menjadi penerang atau sumber edukasi bagi anak-anak di desanya.

“Kami tumbuh di lingkungan nelayan yang notabene kumuh dan kotor. Dari situ kami tergerak ingin mengedukasi generasi-generasi yang baru agar sadar lingkungan dengan cara membangun omah baca,” terangnya.

Perpustakaan seluas 3x4 meter itu dibangun dengan dana swadaya pemuda setempat. Selain itu, mereka juga memanfaatkan bahan bangunan yang tidak terpakai karena keterbatasan dana. Saat ini ada sekitar 1.500 buku dengan beragam kate gori seperti agama, sosial, sains, bahasa, seni, hingga buku dongeng.

Buku-buku tersebut didapatkan dari hasil donasi warga. Setiap harinya ada sekitar 50 anak yang datang untuk membaca buku di perpustakaan itu. Mereka pun diberi kebebasan untuk membawa pulang buku-buku tersebut jika ingin dibaca di rumah. 

“Kalau dibawa pulang, kita suruh catat saja, karena mereka masyarakat sekitar. Kita jadi tahu. Sejauh ini belum ada kasus (buku) enggak dibalikin,” imbuhnya.

Lentera Kisik Plawangan buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB. Selain membaca dan bermain, anak-anak juga difasilitasi untuk belajar melukis setiap 2 minggu sekali. Kemudian akan diadakan pula kegiatan menarik lainnya seperti teater anak dan dongeng setiap hari Jumat. (Atikah Ishmah Winahyu/H-3)

BERITA TERKAIT