12 July 2020, 23:15 WIB

GTPP Sumut Ingatkan Resiko Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19


Yoseph Pencawan | Nusantara

PENGAMBILAN paksa jenazah pasien korona oleh pihak keluarga yang sudah
terjadi beberapa kali di Sumatra Utara, khususnya Kota Medan, mendapat sorotan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan mengingatkan bahwa pengambilan paksa jenazah pasien korona, bahkan oleh pihak keluarga sekalipun adalah pelanggaran serius. "Pelanggaran ini bisa terancam hukuman satu tahun penjara," kata dia, Minggu (12/7).

Whiko menjelaskan, tindakan mengambil paksa jenazah pasien Covid-19, seperti yang terjadi di beberapa tempat di Sumut, untuk dikembumikan secara normal bisa mengakibatkan dua masalah serius. Pertama, tindakan itu bisa menyebabkan penularan kepada orang lain. Kedua, melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan penjara 1 tahun atau denda Rp100 juta.

Diterangkannya, penularan Covid-19 dari jenazah yang terpapar bisa terjadi karena ada kontak langsung, baik tubuh maupun cairan, kepada orang di sekitarnya. Sebab meskipun penularan cairan atau droplet sudah tidak terjadi, tetapi cairan yang terkontaminasi di dalam tubuh dapat menularkan virus.

Adapun proses pemakaman dengan protokol kesehatan adalah untuk memutus rantai penularan Covid-19 antara jenazah penderita dengan orang sekitar. Sehingga pihak keluarga yang berduka dan orang yang biasanya ramai melayat bisa terhindar dari penularan.

Aturan tersebut diberlakukan untuk pasien positif meninggal dunia maupun yang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien PDP memang belum dipastikan positif sampai dengan keluarnya hasil pemeriksaan swab PCR.

"Namun pasien PDP yang meninggal dunia sebelum keluarnya hasil tes swab PCR akan tetap dilakukan protokol pemulasaran jenazah Covid-19," tambah Whiko.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya pihak kerabat/keluarga dari pasien yang meninggal dunia, untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia berharap pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 tidak terjadi lagi di Sumut karena keselamataan masyarakat luas perlu lebih diutamakan. (R-1)

 

BERITA TERKAIT