12 July 2020, 19:08 WIB

Pembelajaran di Tahun Ajaran Baru Harus Kedepankan Aspek Keamanan


Atalya Puspa | Humaniora

PENGAMAT Pendidikan dari Universitas Paramadina, Totok Amin Soefianto, mengungkapkan tahun ajaran baru tetap harus dimulai karena pendidikan itu kegiatan yang harus berlangsung secara berkelanjutan, berjadwal, dan terorganisasi secara baik. Namun begitu pelaksanaan belajar-mengajar harus mengedepankan prinsip keamanan.

"Nah, bagaimana cara dan medianya, pendidikan tentu harus berlangsung sesuai konteksnya. Saat ini kita sedang dalam masa pandemi Covid-19, maka cara dan medianya disesuaikan dengan protokol untuk menekan penularan virus yang mematikan tersebut," kata Totok kepada Media Indonesia, Minggu (12/7).

Baca juga: BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan Satwa Burung Pemangsa

Totok menyebut, proses pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah.

"Caranya dengan jarak jauh atau tatap muka yang aman. Medianya bisa teknologi komunikasi dan informasi, bisa tatap muka terbatas dan bergiliran, bisa juga gabungan atau hibrid," tandasnya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat pembelajaran yang sedianya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Adapun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19. (OL-6)

BERITA TERKAIT