12 July 2020, 17:45 WIB

Anies Ancam Lakukan 'Rem Darurat' Jika Masyarakat Ogah Disiplin


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat Jakarta disiplin meski saat ini sedang dalam masa PSBB Transisi Fase 1 di mana sektor-sektor dilonggarkan.

Anies mengungkapkan positivity rate Jakarta per hari ni mencapai 10,5%. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan positivity rate selama bulan Juni yang mencapai kisaran 4% hingga 6%.

Baca juga: Update Covid-19 per 12 Juli: Pasien Sembuh Capai 35.638 Orang

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan selama ini positivity rate Jakarta cukup baik. Hal ini diketahui karena selama ini kasus-kasus baru Covid-19 ditemukan dari kegiatan pencarian kasus aktif atau 'active case finding' ke warga-warga.

"Karena kami mengacu pada positivity rate. Misal hari ini ada 200 orang positif tapi dari 4.000 orang maka positivity rate-nya menjadi 5%. Tapi kalau 200 positif dari seribu orang maka menjadi 20% ini yang berbahaya," ungkapnya dalam video pernyataan yang diunggah di akun resmi YouTube Pemprov DKI, Minggu (12/7).

Anies juga mengingatkan bahwa kasus baru yang ditemukan 66% adalah orang tanpa gejala (OTG). Hal ini menurutnya cukup berbahaya.

"Saya perlu ingatkan 66% yang kita temukan adalah OTG. Dia tidak sadar dia sudah terpapar. Kalau saja kita tidak datangi, puskesmas tidak testing, yang bersangkutan tidak sadar, inilah yang harus ekstra hati-hati. Beda kalau dia datang ke RS," ungkapnya.

Baca juga: Kasus Korona Terus Melonjak, Positivity Rate Jakarta Lampaui 10% 

Ia menegaskan apabila prilaku masyarakat tidak disiplin sehingga membuat kasus terus melonjak, ia tak segan untuk mengambil kebijakan 'emergency brake system' yang tertera pada Peraturan Gubernur No 57 tahun 2020.

"Kalau ini berlangsung terus bukan tidak mungkin kita kembali ke situasi sebelum ini (PSBB pratransisi)," tukasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT