12 July 2020, 14:25 WIB

Mendag Minta Pengusaha Manfaatkan Perjanjian Indonesia-Australia


Hilda Julaika | Ekonomi

MENTERI Perdagangan Agus Suparmanto menekankan, pelaku usaha Indonesia harus dapat memaksimalkan manfaat Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) yang telah berlaku sejak 5 Juli lalu.

“IA-CEPA sudah berlaku pada 5 Juli. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan cakupan IA-CEPA yang komprehensif seperti penghapusan tarif bea masuk perdagangan barang, kesempatan yang luas di perdagangan jasa, program-program pengembangan sumber daya manusia, dan peluang investasi dari kedua negara. Semuanya ini diharapkan akan membentuk Indonesia sebagai 'Economic Powerhouse' di kawasan,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (12/7).

Baca juga: Ketua DPD RI Dorong Perluasan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Iran

Dijelaskannya, IA-CEPA memiliki cakupan komitmen yang komprehensif meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, penanaman modal, dan kerja sama ekonomi. Cakupan tersebut memberikan berbagai manfaat bagi perekonomian Indonesia.

Pertama, akses barang dan jasa. Pada perdagangan barang, IA-CEPA memberikan kemudahan dalam hal tarif bea masuk, Australia mengeliminasi 100% atau semua pos tarifnya (6,474 pos tarif) menjadi 0%. Sementara Indonesia mengeliminasi 94,6% dari seluruh total pos tarif. Sedangkan dalam perdagangan jasa, IA-CEPA memfasilitasi perpindahan orang perseorangan juga pengakuan atas jasa-jasa profesional Indonesia.

Kedua, investasi yang bersifat jangka panjang. IA-CEPA juga mendorong masuknya Investasi Australia ke Indonesia. Saat ini, menurut Agus, tingkat tabungan di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan untuk investasi. Indonesia membutuhkan investasi dari negara-negara lain dan Australia melalui IA-CEPA telah menunjukan keseriusannya untuk berinvestasi di Indonesia.

Ketiga, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Melalui IA-CEPA, Indonesia mendapatkan program-program kerja sama ekonomi yang membawa kapasitas SDM Indonesia menjadi lebih ahli, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan industri. SDM yang unggul akan membuat ekononomi Indonesia kuat.

Keempat, pembentukan economic powerhouse. Konsep economic powerhouse merupakan kolaborasi antara Indonesia-Australia dengan memanfaatkan keunggulan negara masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga. Seperti, pada industri makanan olahan berbahan dasar daging yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.

“Kesemua manfaat ini saling mendukung satu sama lain, dan di sinilah esensi dari IA-CEPA. Bukan hanya soal ekspor barang dan jasa tetapi juga bagaimana perjanjian ini mampu mendorong peningkatan SDM dan daya saing ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan selain implementasi IA-CEPA, Kementerian perdagangan juga melaksanakan negosiasi dagang lainya.

“Sekalipun saat ini sedang menghadapi covid-19, negosiasi perdagangan tetap berjalan. Kami tetap melaksanakan negosiasi perjanjian perdagangan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, khususnya dengan kawasan yang memiliki pasar potensial,” ujarnya.

Pada bagian lain, Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani mengungkapkan, dunia usaha meyakini implementasi IA-CEPA akan berjalan dengan lancar. Kadin juga telah melakukan sosialisasi mengenai manfaat IA-CEPA dan mendapat respons yang positif dari dunia usaha.

“Sosialisasi harus terus kita lakukan ke semua lapisan, termasuk UMKM, akademisi, dan diaspora di Australia. Sehingga dapat memberikan manfaat kepada manfaat untuk kita semua,”pungkasnya. (Hld/A-1)

 

BERITA TERKAIT