12 July 2020, 05:35 WIB

Garda Terdepan Ciliwung


(M-1) | Weekend

JIKA tenaga medis disebut garda terdepan dalam perang melawan covid-19, pria ini pantas disebut garda terdepan Ciliwung. Sudah lama menjadi aktivis Sungai Ciliwung, perjuangan Suparno Jumar di masa pandemi kian menantang.

Pria yang akrab disapa Pakde Parno dan dijuluki 'Sunan Jagakali' itu menemukan banyak sampah medis di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Bergabung dengan Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) sejak 2015, Pakde Parno rutin menyusuri aliran Sungai Ciliwung di daerah Bogor, Jawa Barat, yang memang merupakan daerah tempat tinggalnya. Sekaligus juga ia mengumpulkan dan mendata jenis sampah yang mencemari Ciliwung.

Sejak pandemi melanda, Suparno mengungkapkan kian banyak sampah medis, khususnya masker. Hal itu membuatnya makin sedih karena selama ini sungai yang juga menjadi sumber air baku untuk Ibu Kota itu sudah jadi tempat beragam jenis sampah.

Demi kecintaannya pada Ciliwung, meski juga waspada akan bahaya covid-19, Suparno tidak menyurutkan aksi membersihkan sampahsampah itu sembari tetap menjaga kebersihan dan keamanan diri.

Keprihatinan Suparno akan nasib Ciliwung muncul sejak ia masih menjadi penjual koran di sekitar Plaza Jambu Dua, Bogor, pada 1998. Saat berjualan, ia sering melihat warga dengan seenaknya membuang sampah ke sungai, bahkan sampah berukuran besar.

Kini sudah lebih dari dua dekade berlalu, nyatanya kebiasaan buruk masyarakat tak banyak berubah. Meski juga telah lama melakukan berbagai kegiatan penyadaran akan kelestarian Ciliwung, Suparno sadar perjuangannya adalah perjuangan panjang, bahkan mungkin seumur hidup.

Sebab itu pula, meski harus mengeluarkan kocek sendiri untuk berbagai kegiatannya, pria 47 tahun ini tak kenal lelah. Ia hanya berharap akan ada lagi orang-orang yang kemudian terketuk hatinya dan menyelamatkan Ciliwung bersama-sama. (M-1)

BERITA TERKAIT