11 July 2020, 16:50 WIB

Gubernur Khofifah Panen Udang Vaname di Komplek TNI AL


Heri Susetyo | Nusantara

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan panen udang vaname di komplek Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sabtu (11/7). Budi daya udang yang dikelola prajurit TNI AL ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di Tanah Air.

Gubernur Khofifah melakukan panen udang vaname didampingi Komandan Pusat Penerbangan TNI AL Laksamana Pertama Edwin. Udang yang dipanen gubernur ini adalah hasil budi daya prajurit TNI AL tiga bulan lalu.

Kawasan Lanudal Juanda yang luasnya mencapai lebih dari 934 ribu hektare (ha), sebagian dimanfaatkan untuk pertanian dan perikanan. Lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian ada 159 ha, sementara untuk lahan perikanan mencapai 91 ha.

Baca juga: Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

Namun khusus budi daya udang vaname ini dilakukan di lahan sempit di Komplek Perumahan Lanudal di dekat Rumah Dinas Komandan Puspenerbal. Udang vaname tersebut dibudidayakan di kolam plastik bundar. Ada ribuan udang vaname di kolam ini yang bisa langsung dipanen setiap tiga bulan sekali.

Selain memanen, Khofifah bersama Komandan Puspenerbal juga melakukan tabur benih udang vaname.

"Ini merupakan fasilitas edukasi ketahanan pangan di Lanudal Juanda," kata Laksamana Pertama Edwin.

Di Komplek Lanudal Juanda ada 416 kepala keluarga TNI AL. Adanya pertanian dan perikanan di kawasan Lanudal, ada kemandirian ketahanan pangan rumah tangga di kompleks tersebut.

Khofifah mengapresiasi apa yang dilakukan prajurit TNI AL ini. Apalagi PBB sudah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran krisis pangan di dunia akibat pandemi covid-19. Menurut Khofifah, bangsa Indonesia masih bersyukur karena memiliki tanah subur, laut luas, ditambah adanya budi daya seperti di Lanudal.

"Kita kontrol kemampuan ketahanan pangan kita, karena menyiapkan bukan hanya untuk Jatim namun juga distribusikan logistik hampir 80 persen kebutuhan 16 provinsi di Indonesia timur dari Jawa Timur," ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, ketahanan pangan di Jawa Timur harus terus dijaga terutama beras. Komoditas beras saat ini Jatim masih surplus 2,4 juta ton, dan jagung surplus 1,6 juta ton.

"Kemudian budi daya seperti ini menjadi inspirasi terutama saat-saat seperti saat ini, kolam-kolam bundar plastik seperti ini untuk padat karya tepat sekali," lanjutnya.

Tentu hal itu, kata Khofifah, budi daya udang seperti ini bisa menjadi salah satu jawaban untuk karyawan yang di-PHK akibat pandemi covid-19. "Sebab budidaya udang seperti ini padat karya," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT