11 July 2020, 12:52 WIB

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, AS Ungkap Kekecewaan


Basuki Eka Purnama | Internasional

AMERIKA Serikat (AS), Jumat (10/7), mengungkapkan kekecewaan mereka atas keputusan pemerintah Turki mengalihfungsikan Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid. AS menuntut ada akses yang sama bagi semua orang untuk memasuki Hagia Sophia.

"Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki yang mengubah status Hagia Sophia," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus.

"Kami menyadari pemerintah Turki masih berkomitmen membuka akses ke Hagia Sophia bagi semua orang dan berharap mendengar rencana mereka mengenai pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikan akses ke lokasi itu terbuka untuk semua," lanjutnya.

Baca juga: UNESCO Tinjau Alih Fungsi Hagia Sophia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang secara perlahan mengikis sekularisme di Turki mengumumkan Salat Jumat pertama akan digelar di situs warisan dunia UNESCO itu pada 24 Juli mendatang.

Bangunan yang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai dunia, Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral oleh kerajaan Kristen Byzantine namun diubah menjadi masjid saat Kerajaan Ottoman merebut Constantinople pada 1453.

Erdogan mengumumkan perubahan status Hagia Sophia setelah pengadilan Turki membatalkan keputusan Mustafa kemal Ataturk yang menetapkan Hagia Sophia sebagai museum. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT