11 July 2020, 12:25 WIB

Hong Kong Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Pandemi


Indrastuti | Internasional

Hong Kong mengonfirmasi sedikitnya ditemukan 20 kasus virus korona pada Sabtu (11/7) dan kepala dinas kesehatan kota mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah pembatasan sosial untuk menghadapi gelombang ketiga infeksi.

Secretary for Food and Health Profesor Sophia Chan Siu-chee mengeluarkan pernyataan tersebut sehari setelah Kota Hong Kong mencatat kasus covid-19 sebanyak 38, 32 di antaranya merupakan transmisi lokal sehingga jumlah total kasus menjadi 1.403 dengan 7 korban meninggal.

Dari kasus-kasus yang tercatat pada Sabtu, belum diketahui berapa banyak yang melibatkan transmisi lokal.

Pemerintah sedang melakukan pengujian kelompok sasaran, termasuk klaster terbaru yang melibatkan staf di panti jompo, pengemudi taksi, dan karyawan di industri katering.

Chan berbicara dalam dua program radio pada hari Sabtu dan menambahkan bahwa prioritasnya adalah untuk menguji semua staf di panti jompo.

Lonjakan kasus covid-19 lokal yang melibatkan kelompok berbeda dalam waktu singkat menjadi hal yang 'mengkhawatirkan', kata Chan. Ia meyakinkan bahwa kota dapat menangani krisis lanjutan.

"Ini sangat mengkhawatirkan, tetapi kemudian saya pikir kami memiliki pengalaman dalam menanganinya, baik itu pelacakan kontak, pengujian, karantina dan juga isolasi," jelas Chan.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas di Brasil Akibat Covid-19 Lewati 70 Ribu

"Sebelum wabah ini, saya selalu menekankan bahwa kami telah memasuki normal baru , namun masyarakat harus memahami bahwa virus selalu ada. Melihat pengalaman negara lain, ketika mereka kembali normal, situasi epidemi mereka dan jumlah kasus hampir selalu meningkat, jadi (pertambahan kasus) ini dapat diramalkan," ujarnya.

Hong Kong akan kembali melakukan penerapan pembatasan sosial yang ketat mulai Sabtu (11/7) hingga dua minggu mendatang kecuali diperpanjang.

Aturan tersebut termasuk membatasi kapasitas maksimum restoran sebesar 60%, dengan batas delapan orang per meja. Sementara itu, wisatawan dari daerah berisiko tinggi seperti India dan Pakistan akan diminta untuk menunjukkan hasil tes bebas covid-19 sebelum melakukan penerbangan menuju Hong Kong. (SCMP/H-3)

BERITA TERKAIT