11 July 2020, 10:05 WIB

Laris Manis, Layanan Klaim Jaminan Daring BP Jamsostek


Dwi Apriani | Nusantara

PANDEMI virus korona baru (covid-19) telah membuat sejumlah aktivitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi terkendala. Untuk itu, setiap perusahaan harus berinovasi untuk memberilakan pelayanan yang nyaman dan terbaik bagi konsumennya.

BP Jamsostek selama pandemi memberikan pelayanan berupa Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Fisik) dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan demikian, para peserta tidak khawatir lagi dalam mendapatkan pelayanan klaim jaminan BP Jamsostek.

Baca juga: Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, Resmi Gugat UU Minerba

Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Kanwil Sumbagsel, Arief Budiarto mengatakan, pihaknya menggencarkan pelayanan peserta dengan sistem daring, termasuk untuk klaim jaminan, sebagai upaya pencegahan covid-19 selama masa pandemi.

Bahkan, kata Arief, terdapat 33.941 antrean online untuk di Lapak Asik Sumbagsel selama periode 23 Maret sampai dengan 30 Juni 2020.

"Jumlah peserta yang dilayani secara online memang terus meningkat pada periode tersebut. Ini juga bagian dari upaya kami untuk tetap memberlakukan jaga jarak di masa pandemi," jelasnya.

Diakui Arief, pihaknya menerapkan tiga pola layanan dalam program Lapak Asik. Selain online klaim, ada pula kolektif perusahaan dan penerimaan berkas manual atau klaim offline. Untuk pengajuan klaim manual sebanyak 21.029 klaim dan 407 klaim kolektif.

"Kita secara tidak langsung diarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak fisik dengan menyediakan beragam kemudahan," ujarnya. Pihaknya pun memastikan layanan online yang disediakan BP Jamsostek tetap mengusung keamanan dan kerahasiaan data peserta.

Arief menambahkan, sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, BP Jamsostek mengonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan. Sementara itu, BP Jamsostek Kanwil Sumbagsel telah membayar jaminan hari tua atau JHT senilai Rp647,73 miliar hingga Semester I/2020.

"Klaim jaminan, termasuk JHT, saat ini telah dipermudah dengan layanan daring. Selama periode 25 Juni 2020, kami sudah membayarkan santunan JHT untuk 66.275 kasus. Ada yang dilayani secara daring seiring kita masih menghadapi pandemi covid-19," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT