11 July 2020, 05:20 WIB

Jumlah Korban Eksploitasi Seks Didalami


Tri Subarkah | Megapolitan

PIHAK kepolisian masih mendalami jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan WN Perancis, Francois Abello Camille, 65. Penyidik juga menyebut proses hukum kasus tersebut dilakukan di Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya menemukan 305 video persetubuhan antara Camille dan korbannya dari laptop milik pelaku yang disita.

Saat ini penyidik berusaha mencari tahu sejak kapan ratusan video dari laptop pelaku diproduksi. “Itu yang masih belum kebuka, ya masih didalami. Dan semuanya hasil pengecekan itu adalah orang-orang Indonesia,” ujar Tubagus, kemarin.

Tubagus membeberkan sejak 2015, Camille telah bolak-balik masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa turis. Itu memungkinkan pelaku memiliki kecakapan berbahasa Indonesia dan dapat menggaet para korbannya seorang diri. “Pelaku bisa bahasa Indonesia walaupun tidak lancar,” katanya.

Anak-anak yang menjadi korban Camille, terang dia, dijanjikan menjadi foto model dan imbalan sekitar Rp250 ribu- Rp1 juta. Pun sejak Desember 2019 sampai Juni 2020, pelaku bermukim di tiga hotel yang berada di Jakarta Barat, yaitu Olympic, Luminor, dan Prinsen Park.

Kepada pihak hotel, tukas Tubagus, Camille mengaku menggunakan long stay-nya untuk sesi foto. Kamar hotel tempat Camille menginap dibuat semacam studio foto. Tersangka juga telah menunjuk orang Indonesia sebagai pengacaranya.

Menurut Tubagus, Kedutaan Besar Perancis di Indonesia tidak memberikan bantuan hukum. Ia menduga hal itu disebabkan kasusnya tergolong sensitif. “Ini sekaligus menutup kemungkinan adanya proses ekstradisi terhadap kasus Camille. Proses hukum dilakukan di Indonesia.”


Perketat pengawasan

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani mengatakan kasus eksploitasi seksual yang dilakukan Camille di hotel menjadi perhatian serius.

“Ke depan, kita akan perketat lagi. Kalau kita protapnya sudah clear, kalau ada prostitusi, perjudian, narkoba, itu sudah pasti kita akan laporkan polisi,” kata Hariyadi.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengaku pihaknya siap merehabilitasi seluruh anak korban eksploitasi seksual itu. “Apabila diberikan amanat untuk merehabilitasi korban, kita siap tampung mereka dan mudah-mudahan kita bisa memulihkan situasi kejiwaan mereka,” tukas Juliari.

Juliari menambahkan bahwa jika nantinya Kemensos diberikan amanat, para korban akan direhabilitasi di Balai Handayani di Bambu Apus, Jakarta Timur. (Tri/Aiw/J-3)

BERITA TERKAIT