11 July 2020, 05:05 WIB

Budi Daya Kompos Cegah Kebakaran


(SL/DW/LD/N-2) | Nusantara

SATU lagi upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Di Tanjungjabung Barat, Kapolres Ajun Komisaris Besar Guntur Saputro menginisiasi terwujudnya Desa Tangguh Antikarhutla dengan menerapkan budi daya kompos limbah lahan.

Kapolda Jambi Irjen Firman Santhiyabudi mengaku sudah datang ke Kecamatan Batang Asam, Tanjungjabung Barat, yang menjadi proyek percontohan. "Bersama Komandan Kores Garuda Putih Brigjen TNI Zulkifli, kami melihat petani antusias menerapkan budi daya kompos limbah lahan."

Selama ini, petani membakar semua limbah lahan seusai panen. Guntur mengubah perilaku itu dan menggerakkan petani untuk membudidayakan kompos. "Kami yakin, ini salah satu solusinya. Tekniknya sederhana, berbiaya murah, dan menghasilkan nilai ekonomi bagi petani," tandas Firman.

Masih di Sumatra, meski masih ada hujan turun, titik api sudah terbentuk di Sumatra Selatan. "Selama Juli, sudah ada 75 titik panas. Sepuluh kabupaten dan kota jadi penyumbangnya," kata Kabid Penanganan Bencana BPBD, Ansori.

Selain operasi pemadaman sudah berlangsung, tim yang terdiri atas anggota TNI, Polri, dan Manggala Agni juga sudah turun ke desa-desa untuk memberikan sosialisasi. "Warga diajak mencegah," tambahnya.

Kebumen, Jawa Tengah, juga sudah membentuk tim untuk menangani kebakaran hutan. Tim terdiri atas anggota TNI, Polri, polisi hutan, organisasi perangkat daerah, dan relawan.

"Tahun ini masih ada ancaman kebakaran hutan dan lahan. Upaya mencegah dan menanggulanginya haus melibatkan semua unsur aparatur dan masyarakat," kata Bupati KH Yazid Mahfudz.

Kebumen akan didera kemarau mulai Agustus. Selain kebakaran, daerah ini juga mewaspadai ketersediaan air bersih dengan memanfaatkan embung. (SL/DW/LD/N-2)

BERITA TERKAIT