11 July 2020, 06:14 WIB

19 Reaktif Rapid Test, Dosen Unhas Langsung Swab Test


Lina Herlina | Nusantara

SETELAH ada dosen dan guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona atau covid-19, pihak Unhas langsung menggelar rapid test massal selama tiga hari berturut-turut, 8-10 Juli 2020.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Nasaruddin Salam, mengatakan kegiatan rapid test ini merupakan bagian dari upaya Unhas untuk menjadikan kampus Unhas sebagai kawasan bersih dari Covid-19. Hasilnya, 19 dosen dinyatakan reaktif saat rapid test.

“Kita konsisten melakukan screening atau penapisan. Ini merupakan bentuk komitmen Unhas untuk menjadikan bagian dari solusi. Setelah sebelumnya kita menggelar rapid test massal yang diikuti 2 ribuan staf, kali ini dilanjutkan dengan rapid test untuk dosen,” kata Nasaruddin.

Baca juga: Per Hari, Rerata 125 Orang Positif Korona di Sumut

Selama tiga hari kegiatan rapid test, seribu lebih dosen ikut berpartisipasi.

Sebagian dosen tidak dapat hadir karena beberapa alasan. Umumnya karena alasan kesibukan di luar kampus.

Saat ini, Unhas memang sedang dalam masa semester antara, sehingga tidak ada kegiatan akademik di dalam kampus.

"Hingga akhir pelaksanaan, masih ada beberapa dosen yang datang dan meminta rapid. Namun karena waktu yang terbatas, tim rapid test dari Rumah Sakit Daya yang telah bertugas selama tiga hari tidak dapat lagi melayani," ungkapnya.

Sementara, Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah mengatakan kegiatan rapid test ini merupakan wujud konsistensi Unhas untuk menjadi bagian dari solusi, yang menjadi pesan Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu.

“Kita tahu jika melakukan rapid test, ada potensi ditemukan hasil reaktif dan positif. Ini tentu mempunyai risiko bagi reputasi lembaga. Tapi bagi Unhas, yang paling penting adalah melakukan penapisan, mencari yang terpapar agar dapat dipisahkan dan disembuhkan, sambil kita mengambil langkah-langkah pencegahan lanjutan,” kata Suharman.

Dari hasil rapid test untuk dosen Unhas, sebanyak 19 orang ditemukan reaktif. Rinciannya yaitu, hari pertama, sebanyak 8 orang reaktif, yang berasal dari FISIPOL 4 orang, Fakultas Ilmu Budaya 2 orang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum masing-masing 1 orang.

Hari kedua, sebanyak 6 orang reaktif, berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan 2 orang, serta Fakultas Hukum, Fakultas Keperawatan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi masing-masing 1 orang.

Hari ketiga sebanyak 5 orang reaktif, berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat 3 orang dan Fakultas Teknik 2 orang.

Dosen-dosen yang menunjukkan hasil rapid test reaktif, langsung melakukan pengambilan sampel swab di lokasi rapid test, GOR Unhas Tamalanrea. Mereka melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil test PCR.

Salah seorang dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang merupakan ahli epidemiologi Unhas, Ridwan Amiruddin, menjadi salah seorang dosen yang menunjukkan hasil reaktif. Beliau secara terbuka mengumumkan hasil ini lewat akun sosial medianya (Facebook).

“Hasil rapid test reaktif, menunggu hasil PCR. Mohon doanya. Saya baik-baik saja dan isolasi mandiri. Saya OTG. Ketat protokol,” tulis Ridwan. (OL-1)

BERITA TERKAIT