10 July 2020, 19:05 WIB

WNA Pengeksploitasi 305 Anak Bisa Bahasa Indonesia


Tri Subarkah | Megapolitan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkap bahwa Francois Abello Camille, 65, tersangka kasus eksploitasi anak secara seksual dan ekonomi mampu berbahasa Indonesia.

Menurut Tubagus, Camille yang merupakan warga negara Prancis telah bolak-balik datang ke Indonesia sejak tahun 2015. Namun, Tubagus mengakui bahwa bahasa Indonesia pelaku tidak lancar.

"Tetapi dia mengerti karena dia sudah sejak tahun 2015 ada di Jakarta. Sudah bolak-balik," kata Tubagus, Jumat (10/7).

Kemampuan berbahasa Indonesia tersebut digunakan oleh pelaku untuk menjaring anak-anak yang menjadi korbannya. Diketahui, Camille mengiming-imingi para korbannya untuk menjadi foto model.

Oleh sebab itu, Tubagus mengatakan tidak ada perantara antara Camille dengan para korbannya.

"Nggak ada (muncikari). Iya, nyari sendiri. Pelaku bisa bahasa Indonesia walaupun tidak lancar," lanjut Tubagus.

Baca juga: Eksploitasi Seks Anak semakin Mengkhawatirkan

Setidaknya sejak Desember 2019 hingga Juni 2020, ada tiga hotel yang dijadikan tempat Camille untuk tinggal yang juga dijadikan tempat eksploitasi seks anak-anak.

Pada Desember 2019-Februari 2020 misalnya, Camille melancarkan aksinya di Hotel Olympic, Jakarta Barat. Februari-April 2020, ia beraksi di Hotel Luminor, Jakarta Barat. Selanjutnya pada April-Juni 2020, aksinya dilakukan di Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat. Di tempat terakhir itulah Camille ditangkap.

Tubagus menjelaskan kepada pihak hotel, Camille mengaku menggunakan long stay-nya untuk sesi foto. Lalu, kamar hotel tempat Camille menginap dijadikan semacam studio foto.

"Alasannya itu saja. Jadi, itu ada latar belakang yang bisa ditarik. Semacam di studio bisa difoto. Dia menyediakan sendiri. Itu bisa diangkat aja kayak latar belakang. Nanti kalau udah selesai sudah. Nanti pasang lagi," papar Tubagus.

Sejauh ini, pihak kepolisian baru berhasil mengidentifikasi 17 anak yang jadi korban Camille. Pihak kepolisian telah menyelidiki laptop milik Camille dan menemukan 305 video persetubuhan antara Camille dengan para korban.

"Kenapa angkanya 305? Karena jumlah videonya kurang lebih seperti itu dengan orang yang berbeda," tandas Tubagus. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT