10 July 2020, 19:35 WIB

Batam Bakal Ketambahan Dua Kawasan Ekonomi Khusus


M Ilham Ramadhan | Ekonomi


Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Airlangga Hartarto menyetujui pembentukkan dua KEK baru yakni KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) di Batam, Kepulauan Riau. 

Nantinya hal itu akan direkomendasikan ke presiden agar dibuat ke dalam Peraturan Pemerintah.

"KEK Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic kita setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat. Setelah KEK ditetapkan, akan diberikan waktu paling lama 3 tahun sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya," kata Airlangga dikutip dari siaran pers, Jumat (10/7).

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, KEK NDP memiliki luas lahan 166,45 hektare dengan total investasi Rp16 triliun. Rinciannya, investasi pembangunan Kawasan Rp1.092 triliun dan investasi tenant Rp14.908 triliun. Total tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.500 orang.

Pengusul dari KEK NDP ialah PT Taman Resor Internet (PT. Tamarin), salah satu anak perusahaan dari group perusahaan PT Citra Agramasinti Nusantara yang bergerak dibidang pariwisata, industry kreatif dan IT serta kawasan industri.

KEK NDP dinilai siap lantaran lahan telah dikuasai dan peruntukannnya telah sesuai dengan Perpres 87/2011. Di kawasan tersebut juga sudah ada investor yang masuk seperti PT Kinema untuk IT Apple Academy dan calon investor data center PT. Nexus, D-Town Commercial Center. Infrastruktur kawasan telah terbangun di lahan tahap 1 seluas 91,11 hektare yaitu marina, resort, studio film, IT office, dan golf course.

KEK NDP diharapkan menjadi pintu masuk untuk perusahaan IT Internasional dari berbagai negara lainnya dan nantinya akan ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke berbagai negara. 

Proyek tersebut juga diproyeksikan menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20 triliun hingga Rp30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional.

"Adanya transfer teknologi di bidang IT sehingga KEK Nongsa Digital Park dapat menjadi pusat pengembangan SDM tenaga IT muda Indonesia menjadi technopreneur. Serta dapat memaksimalkan koneksi internet internasional, karena terdapat 7 kabel FO bawah laut berjarak 2-3 km dari KEK Nongsa Digital Park, yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan data center, industri animasi," terang Enoh.

Kemudian pada KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) yang memiliki luas lahan 30 hektare dengan kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). Nilai investasinya ditaksir mencapai Rp6,2 triliun sampai dengan tahun 2030. KEK ini dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang pada tahun 2030.

Pengusulnya ialah PT Batam Teknik yang beroperasi sejak 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat (MRO). 

Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65% hingga 70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dalam jangka menengah KEK MRO BAT diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada tahun 2025. (E-1)

BERITA TERKAIT