10 July 2020, 12:25 WIB

Anthony Melesat ke Final, Jonatan Mundur


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

Anthony Sinisuka Ginting merebut tiket final tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament usai menundukkan Chico Aura Dwi Wardoyo dengan dua game langsung, 21-12, 21-13.

Sebagai teman satu tim yang sering latihan bersama, Anthony sudah memahami tipe permainan Chico. Ia juga menonton pertandingan perempat final antara Chico dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay untuk mempelajari permainan dan strategi Chico.

"Saya lihat video pertandingan Chico melawan Ikhsan. Chico banyak inisiatif untuk menyerang. Jadi, sebisa mungkin saya meredam pergerakan dia waktu mau melakukan serangan. Dari awal saya terus menekan dan memegang kontrol permainan," jelas Anthony.

Sebelum game kedua dimulai, pertandingan sempat terhenti karena Anthony mengalami mimisan dan meminta pertolongan dokter. Setelah mendapat perawatan, Anthony menyelesaikan pertandingan dengan baik.

"Sebetulnya sudah merasakan mimisan dari game pertama, di poin 17 atau 18. Tapi saya pikir tanggung, sebentar lagi mau game. Jadi, saya tetap jaga fokus, jangan sampai terganggu. Di awal game kedua baru minta bantuan dokter, supaya saya bisa melanjutkan pertandingan lagi," ujar Anthony.

Baca juga: Anthony Ginting Tampil Meyakinkan

Meski menang dua game langsung, Anthony memuji permainan Chico yang dinilainya punya permainan serang yang bagus. Namun ada hal-hal yang harus ditingkatkan Chico.

"Chico kalau di latihan semangat, tiap program diikuti dengan maksimal. Tapi ada satu-dua poin yang harus dia perhatikan di lapangan seperti cara main dan strategi. Kami kan sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Jadi, di lapangan harus adu strategi, bagaimana caranya lawan nggak bisa mengeluarkan keistimewaan dia," beber Anthony.

Anthony akan bertemu dengan Shesar Hiren Rhustavito yang otomatis melaju ke final setelah lawannya di semifinal, Jonatan Christie, memutuskan untuk mundur karena mengalami kram.

Partai perebutan posisi ketiga juga tak dimainkan, sehingga peringkat ketiga otomatis jatuh ke tangan Chico.

"Jonatan mengalami kram sampai satu badan setelah pertandingan kemarin. Waktu bangun pagi ini kondisinya masih belum memungkinkan untuk bertanding," kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

"Ini menjadi bahan evaluasi juga buat kami. Kemarin kan latihannya masih belum full. Ada gambaran juga kalau sudah ada turnamen resmi berarti persiapannya harus lebih baik lagi. Memang semua pasti menginginkan Jonatan vs Ginting di final, tapi di luar dugaan para pemain pelapis memberikan perlawanan," lanjut Susy.

Jonatan melewati laga panjang di perempat final melawan Karono. Pertandingan dimenangi Jonatan dengan skor akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam waktu 80 menit. Pada pagi harinya, Jonatan juga harus bertanding sengit di laga penyisihan grup H melawan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan skor 18-21, 21-10, 21-16 dalam waktu 71 menit.

"Di satu sisi ini bagus juga karena pemain pelapis mau membuktikan mereka bisa memberikan perlawanan. Tapi di sisi lain, para senior harus bekerja keras di turnamen ini," pungkas Susy. (OL-14)

BERITA TERKAIT