09 July 2020, 18:20 WIB

Jokowi Prediksi Kemerosotan Ekonomi Capai -3,8% di Kuartal II


Andhika prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menyebut pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal kedua 2020 bisa menyentuh -3,8%. Walaupun baru berupa prediksi, situasi serta data-data yang muncul di lapangan cukup menguatkan angka perkiraan tersebut.

"Di kuartal kedua kita perkirakan sudah minus, berada di minus -3,8%," ujar Jokowi saat memimpin raat terbatas di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Kepala negara mengatakan, saat ini, yang rusak dari perekonomian bukan hanya sisi keuangan saja seperti yang terjadi pada 1998, melainkan juga sisi supply, demand serta produksi.

Hal tersebut terjadi merata hampir di seluruh dunia. "Informasi yang saya terima dari OECD, semula prediksi pertumbuhan ekonomi global -2,5% tetapi kemudian dikoreksi jadi -5% dan sekarang diganti lagi ke -7,6%," tuturnya.

Negara-negara maju pun tidak luput dari krisis yang berawal dari kemunculan covid-19 itu.

Pertumbuhan ekonomi Inggris diperkirakan terjun hingga -15,4%.

Jerman akan berada di angka -11,2%, Prancis diperkirakan akan -17,2% dan Jepang merosot ke -8,3%.

Jokowi menegaskan bahwa sekarang dunia dihadapkan pada dua persoalan besar yakni kesehatan dan ekonomi yang harus dapat diatasi sekeligus secara bersamaan.

Tidak bisa sebuah negara hanya fokus pada penanganan kesehatan saja, namun mengabaikan sisi ekonomi. Begitu pun sebaliknya.

"Dua-duanya tidak bisa dilepas antara satu dan yang lain. Kesehatan harus prioritas tapi ekonomi juga harus jalan. Kalau ekonomi tidak jalan, kesejahteraan masyarakat akan menurun. Kalau keaejahteraan menurun, imunitas juga akan ikut turun, penyakit gampang masuk. Oleh sebab itu betul-betul gas dan remnya ini dikendalikan dengan benar," tegasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT