09 July 2020, 17:29 WIB

BIN Gelar Rapid Test di Kantor Wali Kota Jakbar, 4 Positif Korona


Cahya Mulyana | Megapolitan

BADAN Intelijen Negara (BIN) terus menggelar rapid test massal guna menyukseskan penanggulangan sekaligus pencegahan virus korona jenis baru (covid-19). Antusiasme warga sangat tinggi dan tercatat lebih dari 2.300 orang mengikuti agenda ini.

"Pada hari ini kita melakukan rapid test yang kedua hari bekerja sama Wali Kota Jakbar. Hari ini melanjutkan di hari pertama karena antusias warga Jakbar atau ASN. Untuk itu kita melaksanakan rapid dua hari. Saya kira kegiatan ini untuk membantu pencegahan atau percepatan penanggulangan Covid-19," ucap Koordinator Wilayah Sub Gugus Tugas Covid-19 BIN, Sony Arifianto, dalam keterangan resmi, Kamis (9/7).

Baca juga: Indonesia Gunakan Alat Rapid Test Biozek, Belanda

Ia mengungkapkan selama pelaksanaan rapid test massal dua hari di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Barat, antusiasme pegawai di lingkungan Wali Kota Jakarta Barat cukup tinggi. Ia berharap dengan rapid test ini dapat mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan Wali Kota Jakarta Barat.

Gelaran rapid test massal diiringi swab test ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan guna membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19.

Ia mengatakan pelaksanaan rapid test ini, BIN menyediakan 1.000 alat rapid kit, sama seperti sehari sebelumnya. Selain itu, dua unit mobile laboratorium untuk test PCR atau swab test juga disediakan bersama dua unit ambulans.

Mobile lab diperuntukan bagi masyarakat yang menunjukan hasil reaktif dari hasil rapid test. Kemampuan mobile lab ini bisa melakukan uji sampel sebanyak 300 per hari dan bisa diketahui hasilnya selama kurang lebih lima jam.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan rapid test massal gratis oleh BIN. Rustam menyebut antusias pegawai di lingkungan Wali Kota Jakarta Barat sangat tinggi. Bahkan tamu yang berada di Kantor Wali Kota Jakarta Barat juga ikut dalam rapid test ini.

"Target keseluruhan 2.300 orang yang tercatat. Dan bukan tidak mungkin lebih dari itu karena ternyata tamu pun yang datang kesini minta di-rapid. Saya koordinasi dengan pelaksana alhamdulilah bisa dipenuhi. Karena persediaan yang dibawa oleh BIN cukup untuk rapid test 2.300 lebih," katanya.

Rustam menyatakan lewat rapid test ini dapat memudahkan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Jakarta Barat untuk melakukan pelacakan terhadap pegawainya yang positif covid-19.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita mengetahui sampai sejauh mana karyawan karyawati ASN yang ada di Jakbar apakah sudah terpapar atau belum. Khususnya pada karyawan ASN atau PJLB yang ada di kantor wali kota. Tetapi juga kita kembangkan ke teman-teman Kejaksaan, dari BPN, dan karyawan-karyawati kecamatan kelurahan juga ikut di sini," jelasnya.

"Ini semata-mata dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemapar karyawan karyawati di Jakbar. Untuk mengetahui ini sangat penting, karena setelah itu kita akan melakukan tindakan-tindakan lebih lanjut," sambung dia.

Rustam kemudian mengungkap hasil rapid test pada Rabu (8/7), sebanyak 862 pegawai menjadi peserta dalam kegiatan ini. Dari jumlah itu, 17 orang menunjukan hasil reaktif.

Baca juga: Cukup Instal Aplikasi, Warga Bisa Rapid Test Gratis

"Kemarin 862 yang ikut. Dari itu 17 reaktif, ada empat positif. Hari ini sudah masuk 600-an sudah di-rapid. Reaktif 16. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa," ucapnya.

"Kita akan lakukan lacak kontak-kontaknya siapa saja? Mereka harus dilakukan cek rapid juga. Lebih baik kita mengetahui sejak awal dibanding tidak mengetahui maka suatu saat akan terkena juga," pungkasnya. (Cah/A-3)

BERITA TERKAIT