09 July 2020, 17:28 WIB

Selama Pandemi Covid-19, Klaim BPJAMSOSTEK Capai Rp3,51 Triliun


mediaindnesia.com | Ekonomi

SEJAK diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah terakit pandemi Covid-19, BPJAMSOSTEK langsung membenahi pelayanan untuk peserta dengan menginisiasi protokol Lapak Asik (Layanan tanpa Kontak Fisik).

Setelah berjalan selama beberapa bulan, manajemen BPJAMSOSTEK merasa perlu untuk menyampaikan perkembangan sekaligus edukasi terkait Lapak Asik kepada masyarakat, salah satunya dengan menggelar webinar.

Pada webinar bertema 'Pelayanan Tanpa Kontak One to Many di Era New Normal' yang digelar melalui aplikasi Zoom, Kamis (9/7), Dirut BPJAMSOSTEK menyampaikan pentingnya lembaga publik yang core value-nya adalah memberikan layanan kepada masyarakat untuk tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memberikan pelayanan dalam kondisi apapun.

“Pandemi Covid-19 ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi institusi seperti kami yang harus selalu siap memberikan layanan terbaik kepada pekerja yang merupakan peserta kami,” tuturnya.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif menjelaskan protokol Lapak Asik yang diberlakukan BPJAMSOSTEK sejak awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru.

"Kita secara tidak langsung diarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak fisik dengan menyediakan beragam kemudahan namun harus tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data," jelas Krishna. 

Agus mengatakan,"Layanan One to Many yang kami terapkan dinilai mampu memberikan layanan yang optimal dengan waktu yang efisien.” 

Layanan One to Many yang dimaksud Agus adalah berupa layanan offline di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK menggunakan fasilitas video yang terhubung dengan petugas pelayanan dan mengakomodir 4-6 orang peserta dalam waktu yang bersamaan. 

Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, BPJAMSOSTEK mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.

Klaim JHT capai Rp3,5 triliun

Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8.000 orang, di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang. Bahkan pada tanggal 2 Juli, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia.

Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personel yang bertugas di bagian customer service.

Senada dengan peningkatan layanan, terhitung hingga Juni 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10% (yoy) dengan nominal mencapai Rp14,35 triliun atau meningkat 16% (yoy).

Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131% atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 triliun, di mana jumlah tersebut meningkat 129% lebih besar jika dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT

Sementara itu, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta, Cotta Sembiring, dirinya mengimbau agar pelayanan one to many di seluruh Kantor Cabang maupun Kantor Cabang Perintis supaya terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan mutu pelayanan dan percepatan proses klaim kepada peserta.

Selama masa pandemi covid 19, periode akhir Maret hingga 8 Juli 2020 BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta via lapak asik one to many telah membayarkan klaim JHT sebesar Rp.1.968.408.223.301 dengan total kasus sebanyak 85.913.

Sementara itu, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp.55.881.028.397 dengan jumlah kasus sebanyak 2.865, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp.7.913.000.000 dengan jumlah kasus sebanyak 196, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp.10.127.972.751 dengan jumlah kasus sebanyak 1.556.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena dan perwakilan dari Ombudsman, Laode Ida, juga mengapresiasi dan telah membuktikan secara langsung kesuksesan pelayanan Lapak Asik dari BPJAMSOSTEK. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT