09 July 2020, 17:03 WIB

91 Desa di Banyumas Rawan Kekeringan


Lilik Darmawan | Nusantara

Pemkab Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) telah memetakan wilayah-wilayah yang rawan kekeringan pada musim kemarau sekarang. Setidaknya ada 91 desa yang tersebar di 21 kecamatan terancam krisis air bersih. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas telah mengalokasikan dana Rp100 juta atau 900 tangki air bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Titik Puji Astuti mengungkapkan bhwa pihaknya telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan kekeringan atau krisis air bersih pada saat musim kemarau sekarang.

‘’Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya dan pemetaan yang dilaksanakan, ada 91 desa yang tersebar di 21 kecamatan rawan kekeringan,’’¬Ějelas Titik pada Kamis (9/7).

Baca juga : Si Peri Terbang Babel Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Menurutnya, alokasi anggaran Rp100 juta tersebut setara dengan penyediaan 4,5 juta liter air bersih. Penyuplaian dilakukan untuk mengatasi kekeringan dan krisis air bersih yang dialami warga.

‘’Sampai sekarang belum ada yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Kemungkinan, suplai air bersih baru akan dilaksanakan mulai September mendatang,’’¬Ěkatanya.

Dijelaskan oleh Titik, saat sekarang di Banyumas masih ada hujan, meski intensitasnya sudah sangat rendah. Sehingga kemungkinan kemarau akan berdampak pada krisis air bersih pada bulan Agustus hingga September mendatang. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT