09 July 2020, 10:20 WIB

DKI Catat Rekor, Pakar: Tren Positif Covid-19 Naik Terus


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DKI Jakarta mencatat rekor kasus positif covid-19 kemarin (8/7). Ada penambahan 344 kasus covid-19 hingga menjadi 13.069 kasus.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengungkapkan jumlah kasus covid-19 akan bertambah terus seiring dengan hasil pemeriksaan tes covid-19 yang dilakukan pemerintah.

"Masih tinggilah kasus covid-19 (di DKI). Kapasitas pemeriksaan tes tetap memengaruhi jumlah kasus yang dilaporkan, sepanjang kasus ODP dan PDP masih tinggi," jelas Syahrizal, Kamis (9/7).

Syahrizal mengatakan adanya kenaikan kasus positif covid-19 di masa transisi ini karena adanya transmisi lokal yang tidak jelas sumber penularannya. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti menjelaskan lain soal penyebab rekor penambahan kasus positif virus covid-19 itu.

Widyastuti menyebut adanya penambahan 344 kasus covid-19 tersebut berasal 51 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari luar negeri yang beralamat tinggal dari provinsi lain, namun untuk sementara transit dan menjalani isolasi di Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta belum Izinkan Live Music di Kafe

Penyebab lainnya ialah adanya laporan kasus akumulasi dalam satu bulan terakhir yang baru dilaporkan dari satu Laboratorium Rumah Sakit sebanyak 36 orang.

"Kemudian, penemuan kasus baru dari rumah sakit dan puskesmas, baik dari pasien, hasil contact tracing maupun active case finding sebanyak 257 orang," kata Wudyastuti dalam keterangan resminya, kemarin.

Ada pun jumlah akumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta mencapai 13.069 kasus. Dari jumlah tersebut, 8.429 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 667 orang meninggal dunia.

Mengamini pernyataan Dinkes, Ketua Fraksi Golkar DKI Jakarta Basri Baco mengatakan salah satunya alasan rekor kasus positif covid-19 di Ibu Kota karena banyak kelompok pendatang atau dari luar daerah yang melakukan swab test massal.

"Apa pun alasannya yang dari Dinas Kesehatan tersebut, ini harus diwaspadai. Enggak bisa dianggap enteng. Jadi, di transisi ini sepertinya harus di kaji ulang kalau mau dibuka full," pungkas Baco. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT