08 July 2020, 18:04 WIB

Tertekan Pandemi, Krakatau Steel Minta Dana Talangan Rp 3 Triliun


Hilda Julaika | Ekonomi

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengajukan dana talangan sebesar Rp 3 triliun kepada pemerintah. Rencananya, dana itu untuk relaksasi pembayaran konsumen perseroan.

Akibat pandemi covid-19, kinerja Krakatau Steel pada triwulan II 2020 mengalami penurunan hingga 60%. Kondisi ini bisa mengancam keberlangsungan industri baja.

“Pada triwulan II 2020, ada penurunan signifikan sampai 60% dari kondisi normal. Tentu menjadi kekhawatiran terhadap kelangsungan industri hilir dan industri baja di Indonesia. Kita mempertahankan agar tidak mati," ujar Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7).

Menurut Silmy, relaksasi pembayaran kepada konsumen akan membantu proses pemulihan kinerja perusahaan.

Baca juga: Minta Dana Talangan Rp 3,5 Triliun, Ini Rencana PT KAI

"Dengan relaksasi pembayaran ke konsumen akan membantu pemulihan industri pengguna. Agar mereka bisa berputar dan order yang mereka butuhkan bisa kita supply," imbuhnya.

Terkait skema dana talangan, perseroan mengusulkan pemerintah untuk menempatkan dana atas nama pemerintah di giro akun. Dia berharap dana talangan bisa meningkatkan penjualan Krakatau Steel hingga 6-7%. Selain itu, relaksasi pembayaran ke konsumen menjadi 180 hari.

"Melalui kinerja positif dan keuangan yang kuat, maka PT KRAS dapat terus mendorong industri hilir dan industri pengguna untuk menjalankan bisnis menuju kondisi normal," tutup Silmy.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT