08 July 2020, 15:13 WIB

TNI Turunkan 1.228 Personel Atasi Karhutla di Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara

RIBUAN personel TNI diturunkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan. 

Komando Resor Militer 044 Garuda Dempo sudah menggerakkan 1.228 personel dari satuannya untuk disebar di daerah yang rawan karhutla.

Diketahui, di Sumatra Selatan ada 10 kabupaten yang rawan karhutla yakni Musi Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim, Pali, OKU Timur dan OKU Selatan.

"Ribuan personel ini sudah kita sebar ke seluruh kabupaten yang rawan karhutla. Bukan hanya fokus pada penanganan karhutla, personel kita ini nanti juga tugasnya mensosialisasikan kepada warga agar menjaga lahannya agar tidak terbakar," kata Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Rabu (8/7).

Ia mengatakan, diturunkannya personel ini sebagai lanjutan dari status Siaga Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Karhutla di Sumsel yang dikeluarkan Gubernur Sumsel Herman Deru pada 20 Mei 2020 kemarin. Status ini sendiri berlaku hingga 31 Oktober 2020 mendatang.

"Ribuan personel ini juga ditugaskan untuk membantu menjaga lahan tidak terbakar, termasuk dari ulah warga yang sengaja membuka lahan dengan melakukan pembakaran hutan," kata dia.

Diakui Jauhari, ancaman karhutla di Sumsel patut diwaspadai, karena musim kemarau sudah mulai masuk saat ini sementara ada 10 kabupaten yang rentan terbakar lahan dan hutannya.

"Selain melakukan patroli udara, upaya antisipasi juga dilakukan di daratan. Tapi sampai saat ini kami belum menerima data pembakaran lahan dengan sengaja oleh warga. Namun dari patroli, kami melihat ada terdapat

kebakaran lahan perkebunan dengan tujuan menyuburkan tanah, namun dilengkapi sekat dan dijaga dengan baik oleh satgas perkebunan," kata dia.

Bukan hanya itu, dengan memanfaatkan situs lapan, pihaknya mampu melakukan monitoring dari ruang kerjanya. Sehingga pihaknya bisa mengendalikan babinsa didaerah dan kepala desa didaerah yang terbakar nantinya.

Dalam mengantisipasi karhutla di Sumsel, pihaknya juga dibantu 900 personel dari Kepolisian, BPBD, Satpol PP, Tagana, dan Manggala Agni untuk berjaga di desa rawan karhutla di Sumsel.

Baca juga: Jumlah Titik Panas di Bengkulu Cenderung Naik

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatra Selatan juga sudah mengeluarkan maklumat terkait pencegahan karhutla.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, maklumat dikeluarkan sebagai upaya antisipasi karhutla yang setiap tahun selalu terjadi di Sumsel. 

"Kita sudah mulai melakukan semua cara untuk mencegah terjadinya karhutla di wilayah kita dan bersama TNI, Pemda dan stakeholder lainnya, berupaya agar karhutla tidak terjadi," ujar Eko.

Eko menjelaskan, maklumatnya itu mengatur empat hal tentang larangan pembakaran hutan dan lahan di Sumsel, hingga sanksi yang akan diberikan kepada pelaku. Salah satu poin menekankan proses hukum yang tegas bagi

pembakar lahan, baik personal maupun perusahaan atau korporasi.

Menurutnya, edukasi ke masyarakat harus gencar dilakukan sebelum karhutla melanda. Upaya hukum disebutnya sebagai langkah terakhir yang akan diambil oleh pihak kepolisian.

"Maka kita lakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, pemilik perkebunan dan korporasi, agar ikut berupaya mencegah karhutla. Salah

satunya dengan mengembangkan Kampung Tangkal Karhutla dengan membentuk

relawan peduli lingkungan," tandasnya. (A-2)

 

BERITA TERKAIT