08 July 2020, 15:00 WIB

Lampaui 5 Ribu Kasus Covid-19, Palestina Perpanjang Lockdown


Faustinus Nua | Internasional

Pemerintah Palestina memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama 5 hari ke depan lantaran total kasus covid-19 di wilayah tersebut melebihi 5.000.

Dikutip WAFA dalam konferensi pers di Ramallah, Juru Bicara Pemerintah Ibrahim Milhem mengumumkan perpanjangan lockdown sejalan dengan keadaan darurat yang ditetapkan Presiden Mahmoud Abbas. Hal itu sebagai langkah pencegahan untuk mengendalikan peningkatan tajam infeksi virus covid-19.

Lockdown 5 hari, lanjut Milhem, akan mulai berlaku pada hari Rabu pagi (8/7) hingga Senin pagi (12/7). Semua aktivitas akan dilarang dan semua institusi dan bisnis ditutup, kecuali supermarket, apotek, dan toko roti.

Baca juga: 450 Gerai Dunkin' Donuts di Amerika Serikat Tutup

Dia menambahkan bahwa bank diminta untuk beroperasi selama periode lockdown sejalan dengan prosedur darurat. Transportasi produk makanan dan hasil pertanian akan diizinkan sesuai kondisi keselamatan yang sudah diperketat.

Milhem juga meminta aktivasi segera komite darurat lokal di semua gubernur untuk memastikan kepatuhan publik terhadap langkah-langkah keselamatan. Acara besar, termasuk pernikahan dan kematian dilarang atau diperketat.

Dia menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar harus dihukum dengan denda, penutupan bisnis, atau penjara.

Menurut data covid-19 terbaru, kasus yang dikonfirmasi di wilayah pendudukan (Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Gaza) mencapai 5.092. Dari 5.092 kasus, 4.575 tercatat di Tepi Barat, 72 di Jalur Gaza dan 445 di Yerusalem Timur. Pasien sembuh mencapai 668 dan jumlah kematian meningkat menjadi 22, sehingga total 4.402 kasus aktif. (WAFA/OL-14)

BERITA TERKAIT