08 July 2020, 14:41 WIB

3 Program Upaya Kemnaker Terkait Mitigasi Pandemi Covid-19


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

UPAYA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terkait mitigasi pandemi covid-19 dituangkan dalam tiga program. Program dilaksanakan menyesuaikan dengan protokol kesehatan dan untuk memberi insentif jaring pengaman sosial.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan tiga program tersebut yakni Balai Latihan Kerja (BLK) Tanggap Covid-19, Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, dan Posko K3 Korona.

BLK Tanggap Covid-19 sendiri merupakan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas serta difungsikan untuk dapur umum dan sentra produksi alat pencegahan penyebaran virus covid, dan juga pesertan diberikan insentif setelah pelatihan.

"Sebetulnya program BLK ini tidak ada insentif setelah pelatihan. Tapi karena kondisi covid dari anggaran refocussing kami menyisihkan pemberian insentif kepada peserta pelatihan," kata Ida saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).

Untuk program Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja terdiri dari padat kaya infrastruktur, padat karya produktif, padat karya mandiri dan lainnya.

Program wirausaha baru yang produktif dan berkelanjutan sehingga dapat membantu akselerasi penyerapan tenaga kerja.

Selanjutnya, Posko K3 Korona merupakan layanan informasi, konsltasi dan pengaduan bagi pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan.

Baca juga : Kemnaker: 1,7 Juta Orang Alami PHK dan Dirumahkan Akibat Pandemi

"Program tanggap covid sudah menghasilkan 1,4 juta masker, 45 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer, 52 ribu face shield, dan 1.023 westafel pelatihan ini akan berakhir pada bulan Juli 2020 san akan dilanjutkan pelatihan vokasi kenormalan baru secara daring dan offline," ujar Ida.

Selain itu, upaya Kemnaker selanjutnya yakni terkait Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang gagal berangkat maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Tanah Air akan diberikan fasilitasi untuk mendapatkan program Kartu Prakerja, pelatihan berbasis kompetensi dan kewirausahaan.

Dalam rangka menepatkan PMI di masa kenormalan baru saat ini Kemnaker bersama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) aedang menyusun pedoman tata kelola dan perlindungan PMI di masa kenormalan baru.

"Serta memperhatikan kondisi di negara penempatan dalam proses finalisasi berkoordinasi dengan Kemenlu, Gugus Tugas," ucap Ida.

Sementara untuk, strategi dan inovasi Kemnaker yakni Transformasi BLK, Insentif Pemagangan, mengembangkan sistem pelatihan dengan mekanisme blended training, pemukhtakhiran analisis dinamika permintaan dan penawaran sektor ketenagakerjaan, padat karya pertanian.

Selanjutnya, inkubasi bisnis, memaksimalkan sumber daya untuk penempatan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja dan wirausaha sebagai program recovery, peningkatan intensitas, mobilisasi korban PHK, gerakan masifikasi wajib lapor, dan SISNAKER sebagai platform big data ketenagakerjaan.

"Platform digital baru kami memohon dukungan bapak ibu. Dan beberapa program jika efektif akan dikembangkan di berbagai daerah lainnya," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT