08 July 2020, 14:24 WIB

Penjualan Eceran Mei 2020 Alami Penurunan 20,6%


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penjualan eceran pada Mei 2020 mengalami penurunan berdasarkan survei penjualan eceran pada bulan ini. Hal tersebut terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang turun sebesar 20,6% (yoy) pada Mei 2020, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan sebesar 16,9% (yoy) pada April 2020.

"Penurunan penjualan bersumber dari kontraksi penjualan di seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan terdalam pada subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dilansir dari keterangan resmi, Rabu (8/7).

Meskipun demikian, BI optimistis kinerja penjualan eceran diperkirakan  akan sedikit membaik pada Juni 2020 meskipun masih dalam fase kontraksi.

Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR sebesar -14,4% (yoy) Juni 2020, tidak sedalam kontraksi penjualan pada bulan sebelumnya.

"Perbaikan kinerja penjualan eceran terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dan bahan bakar kendaraan bermotor," sambungnya.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) diprakirakan menurun.

Menurunnya tekanan harga tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) masing-masing sebesar 138,6 dan 142,5, lebih rendah dibandingkan dengan 162,4 dan 146,4 pada Juli dan Oktober 2020.

"Hal tersebut disebabkan responden cenderung masih menjaga harga jual untuk mempertahankan level permintaan," pungkas Onny. (E-3)

BERITA TERKAIT